Sukses

Jenis Olahraga yang Sesuai untuk Anak Anda

Manfaat olahraga dapat dirasakan berbagai golongan usia, tak terkecuali anak-anak. Namun, pastikan jenis olahraga yang dipilih sesuai dengan usianya.

Olahraga rutin penting untuk menjaga kondisi tubuh, tak terkecuali untuk anak-anak. Tak perlu alat yang rumit dan aktivitas yang berat, permainan sederhana seperti petak umpet pun dapat menjadi aktivitas fisik yang menyehatkan bagi anak.

Jenis Olahraga yang Sesuai dengan Usia Anak

Layaknya orang dewasa, olahraga untuk anak tetap perlu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu aerobik, ketahanan otot, dan kekuatan tulang. Selain ketiga aspek tersebut, pemilihannya pun harus disesuaikan dengan usia.

Apalagi pada anak usia sekolah, aktivitas anak yang begitu padat harus diseimbangkan dengan aktivitas fisik atau olahraga. Berikut panduan memilih jenis-jenis olahraga untuk anak sesuai dengan usia:

1. Usia 0-2 Tahun

Kelompok anak usia ini umumnya masih pada tahap belajar menguasai berbagai kemampuan motorik. Anda dapat mulai melatih otot anak dengan gerakan, seperti:

  • Mengepakkan sayap
  • Mendorong
  • Mengayuh sepeda

Artikel Lainnya: Anti “Mager”, Ini 8 Cara agar Anak Suka Olahraga!

2. Usia 2-5 Tahun

Di usia ini, anak mulai menguasai berbagai gerakan dasar, tetapi masih terlalu muda untuk dikenalkan pada olahraga permainan yang terstruktur. Permainan olahraga untuk anak yang sesuai, meliputi:

  • Lempar bola
  • Lompat katak
  • Petak umpet
  • Menari

3. Usia 5-13 Tahun

Anak usia sekolah sudah dapat dikenalkan dengan olahraga permainan terstruktur, baik individual maupun berkelompok. Olahraga untuk anak yang sesuai pada usia sekolah, seperti:

  • Sepak bola
  • Bulu tangkis
  • Bola kasti
  • Lompat tali

Permainan kecil tersebut merupakan olahraga yang penting untuk membangun fisik, ketahanan otot, koordinasi, sekaligus kepercayaan diri anak.

Artikel Lainnya: Anak Malas Olahraga, Pilihkan 5 Aktivitas Fisik Ini

1 dari 3 halaman

Pentingnya Aktivitas Fisik untuk Anak

Selain dengan memilih permainan olahraga untuk anak, Anda tetap dapat menjaga anak tetap aktif di rumah melalui hal-hal sederhana, seperti berjalan pagi, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, dan membersihkan kamar tidur.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari untuk anak. Hal serupa juga disampaikan oleh American Heart Association. Tentu saja, anak tak perlu melakukan olahraga sekaligus dalam waktu 60 menit. Anda dapat membaginya menjadi beberapa bagian.

Contoh yang dapat Anda terapkan, yakni selama 20 menit di pagi hari dengan berjalan menuju ke sekolah, 10 menit di siang hari dengan bermain lompat tali, dan 30 menit dengan permainan bebas seperti petak umpet atau sekadar bersepeda keliling rumah.

2 dari 3 halaman

Manfaat Olahraga untuk Anak

Setelah mengenali jenis-jenis olahraga untuk anak sesuai usia, Anda juga perlu mengetahui pentingnya jika anak berolahraga. Berikut merupakan manfaat olahraga untuk anak:

1. Meningkatkan Kesehatan

Pembakaran kalori yang terjadi saat berolahraga sangat terlihat efeknya pada anak-anak yang menderita obesitas. Jadi, dengan berolahraga, anak dapat terukur dan terjaga postur idealnya, serta terhindar dari berbagai penyakit.

2. Meningkatkan Kecerdasan

Salah satu manfaat anak gemar berolahraga adalah dapat membantunya melatih konsentrasi dan mengatur waktu agar lebih efektif. Dengan begitu, anak akan terbantu dalam proses belajar mengajar.

Artikel Lainnya: 6 Manfaat Olahraga untuk Tumbuh Kembang Anak

3. Melatih Sportivitas

Bersabar dan menerima bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam suatu permainan atau kompetisi. Anda dapat mengajari anak melatih sportivitasnya dengan berolahraga.

Dengan sering melatih anak untuk berlapang dada terhadap keputusan atau hasil di suatu pertandingan olahraga, anak akan dilatih untuk untuk lebih melihat sesuatu bukan hanya dari hasil, tapi juga dari sisi pertemanan, relasi, ketegaran jiwa, dan kehidupan sosial.

4. Membangun Rasa Percaya Diri

Ketika menemukan olahraga yang tepat untuk anak, olahraga tersebut dapat menumbuhkan dan membangun citra diri yang baik, apalagi bila anak dapat berprestasi pada cabang olahraga tersebut.

Tak banyak anak yang memiliki rasa penguasaan diri yang baik dalam suatu hal, tetapi dengan olahraga, rasa tersebut dapat muncul dan dapat membantu anak agar dapat bertahan pada kondisi yang sulit di kemudian hari.

5. Menghindari Sikap Kriminalitas

Dengan berolahraga, waktu luang anak dapat difokuskan pada melatih aktivitas fisik daripada berkumpul dengan kawan, tapi tidak melakukan aktivitas apa-apa selain duduk-duduk dan berbuat onar.

Tak jarang ditemukan, anak yang menjadi korban bully ataupun pelaku bully tidak memiliki keahlian ataupun kesibukan dalam melakukan aktivitas fisik.

Kini tak perlu bingung lagi menentukan jenis-jenis olahraga untuk anak. Anda dapat memilih olahraga yang sesuai dengan usia anak. Namun yang terpenting, tetap awasi anak selama berolahraga dan beri dukungan kepadanya.

Selain mendukung anak untuk lebih rutin beraktivitas fisik, Anda juga perlu memastikan kecukupan energi hariannya melalui makanan bergizi seimbang.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar