Sukses

Perbedaan Sindrom Iritasi Usus Besar dengan Sakit Mag

Gejala antara sindrom iritasi usus besar dan sakit mag dapat membingungkan karena sama-sama menyerang pencernaan. Bagaimana membedakannya?

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali orang menyangka nyeri perutnya sebagai sakit mag, padahal ternyata sindrom iritasi usus besar. Begitu juga sebaliknya.

Sindrom iritasi usus besar dan sakit mag memang sama-sama menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan. Angka kejadian kedua penyakit ini pun setara, yakni sekitar 20–25%.

Sindrom iritasi usus besar merupakan keadaan yang memengaruhi saluran pencernaan dalam jangka panjang. Diagnosis penyakit ini dapat ditegakkan, bila gejala dialami selama setidaknya 12 minggu atau lebih (tidak perlu berurutan) dalam 12 bulan terakhir.

Gejala utamanya adalah rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut, disertai dengan adanya dua dari tiga gejala berikut: nyeri hilang setelah BAB, perubahan frekuensi BAB, dan perubahan bentuk BAB.

Selain itu, terdapat juga gejala lainnya yang dapat mendukung diagnosis. Misalnya: ketidaknormalan proses BAB (perlu mengejan, rasa BAB tidak tuntas, sulit menahan BAB), adanya lendir dalam tinja, dan kembung.

Sementara itu, sakit mag menggambarkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut, biasanya pada ulu hati atau di bawah tulang rusuk. Keluhan ini umumnya dikaitkan dengan iritasi lambung akibat asam lambung.

Diagnosis penyakit mag dapat ditegakkan, bila gejala dialami selama setidaknya 12 minggu atau lebih (tidak perlu berurutan) dalam 12 bulan terakhir. Gejalanya meliputi rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut bagian atas, dan tidak ditemukan penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab.

Jika hanya dilihat dari gejala, sindrom iritasi usus besar dan sakit mag memang mirip. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perjalanan penyakit yang kurang lebih sama.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar