Sukses

6 Cara Ampuh Cegah Kuku Cantengan

Pada kasus tertentu, kuku cantengan bisa menyebabkan luka dan infeksi. Sebelum terjadi, lakukan pencegahan.

Klikdokter.com, Jakarta Cantengan atau paronikia dapat terjadi karena pertumbuhan kuku yang tidak normal. Kuku seharusnya tumbuh ke luar, tetapi karena beberapa hal malah tumbuh ke dalam sehingga menusuk kulit di sekitar kuku, umumnya di bagian samping kuku.

Pada kasus tertentu, cantengan bisa menyebabkan luka dan infeksi akibat kuman dan kotoran yang masuk dari alas kaki atau lantai. Untuk mencegah kuku cantengan, Anda bisa melakukan beberapa hal ini.

  • Potong kuku secara teratur dan rutin

    Anda perlu memotong kuku secara teratur dengan arah yang benar. Hindari memotong kuku terlalu bersudut dan terlalu pendek. Anda perlu melakukannya secara rutin setiap minggu.

    Saat memotong, pakailah gunting kuku yang bersih. Sebelum itu, Anda bisa membasahi kuku supaya lebih lunak. Jika Anda melakukan perawatan manicure dan pedicure di salon, pastikan salon tersebut melakukannya secara profesional dengan alat yang higienis.

  • Pastikan kuku tidak terlalu panjang atau pendek

    Menggunting kuku terlalu pendek dapat menyebabkan kuku tumbuh ke arah dalam, terlebih kuku kaki karena kuku akan terkena tekanan dari sepatu.

  • Gunakan ukuran sepatu yang pas

    Sepatu yang terlalu sempit atau memberikan tekanan berlebih pada jari kaki, dapat menyebabkan kuku tumbuh ke dalam jaringan. Pastikan ruangan di area jari-jari kaki cukup lebar.

  • Jaga kebersihan kuku tangan dan kaki

    Cuci kaki dan tangan dengan sabun setelah memotong kuku agar bakteri tidak menempel. Hindari pula kebiasaan menggigiti kuku atau mencabuti kulit mati di sekitar kuku.

  • Periksa kesehatan kaki secara rutin

    Bila memiliki penyakit diabetes atau gangguan saraf, sering kali saraf-saraf di kaki sudah mengalami kerusakan, sensasi rasa dan raba pun berkurang. Karena itu, periksa kondisi kuku setiap hari.

Jika dibiarkan, kuku cantengan yang berlangsung kronis dapat menyebabkan timbulnya gejala lain seperti demam, nanah, atau nyeri hebat. Karena itu, bila gejala-gejala tersebut muncul, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar