Sukses

Mengenal Lebih Dekat Thalassemia

Setiap tahun, pada tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Thalassemia Sedunia atau World Thalassemia Day. Apa itu thalassemia?

Klikdokter.com, Jakarta Thalassemia merupakan kelainan pada produksi hemoglobin dalam darah, yang berperan dalam sirkulasi oksigen ke sel-sel tubuh. Pada umumnya, kelainan ini diturunkan secara genetik. Contohnya, jika ayah dan ibu merupakan pembawa sifat, maka anak memiliki kemungkinan 25 persen untuk mengalami thalassemia mayor.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kejadian thalassemia yang relatif tinggi, dengan jumlah pembawa sifat sekitar 6–10 persen. Beberapa gejala yang mungkin timbul pada seseorang dengan thalassemia antara lain kulit tampak kuning dan pucat akibat rendahnya kadar hemoglobin.

Gejala lainnya yaitu muncul benjolan di perut akibat pembesaran hati dan limpa, serta bentuk wajah yang relatif khas. Namun diagnosis thalassemia dapat ditentukan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Dengan berbagai kemungkinan komplikasi yang dapat timbul, sangat penting bagi individu dengan thalassemia untuk terdiagnosis dan mendapatkan penanganan sejak dini. Hal ini perlu supaya dokter dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan oleh pasien sebelum komplikasi mulai timbul.

Penanganan yang diberikan pada pasien thalassemia antara lain transfusi darah. Tujuannya untuk membantu mengatasi anemia yang terjadi, serta pengobatan dengan kelasi untuk mencegah kelebihan zat besi pada tubuh.

Di beberapa belahan dunia, transplantasi sumsum tulang sudah mulai dilakukan sebagai penanganan thalassemia. Hal ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan angka harapan hidup.

Lantas bagaimana caranya mencegahnya, agar angka kejadian thalassemia tidak semakin bertambah? Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menjalani konseling genetik pranikah atau premarital genetic counseling bagi pasangan yang berencana menikah.

Konseling ini penting untuk mengetahui apakah salah satu atau keduanya merupakan pembawa sifat. Di Indonesia, hal ini sudah mulai dilakukan oleh sebagian pasangan.

Ke depannya sangat penting untuk menjaring setiap individu yang hendak menikah untuk melakukannya guna menurunkan angka kejadian thalassemia. Tentu saja hal ini menjadi PR bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar