Sukses

Obat Batuk Dapat Cegah Stroke, Mitos atau Fakta?

Stroke adalah salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Rumor berkata, obat batuk dapat mencegah stroke. Benarkah?

Klikdokter.com, Jakarta Stroke merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbanyak di dunia. Mengontrol emosi, menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga dan menjaga pola makan merupakan beberapa cara untuk mengurasi risiko stroke. Bagaimana dengan obat batuk?

Pada dasarnya, obat batuk yang dijual bebas mengandung berbagai zat aktif. Salah satunya adalah dextromethorphan. Zat ini bekerja dengan menekan pusat batuk di otak sehingga gejala batuk berkurang.

Berbagai penelitian pada hewan telah dilakukan. Hasilnya, dextromethorphan terbukti memiliki efek melindungi saraf (neuroproteksi) dan dapat mengontrol kejang serta nyeri kepala.

Hanya itu saja? Tidak. Sebuah penelitian terhadap kelinci menunjukkan bahwa dextromethorphan mampu mengurangi kerusakan saraf yang diakibatkan oleh stroke.

Lantas bagaimana efeknya pada manusia? Sebuah penelitian di Iran memiliki jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dari studi tersebut, ternyata dextromethorphan tidak terbukti memiliki efek neuroproteksi pada manusia. Setelah diberi obat yang mengandung dextromethorphan, tidak ada perbaikan gejala yang signifikan pada pasien yang sebelumnya stroke.

Lebih jauh lagi, penggunaan obat batuk yang dijual bebas pun tidak disarankan sebagai pencegahan stroke. Sebab obat batuk tersebut tak hanya mengandung dextromethorphan, tetapi juga zat aktif lainnya seperti paracetamol dan phenylpropanolamin. Zat-zat tersebut malah dapat menyebabkan stroke.

Jadi, jelaslah jawaban atas pertanyaan tadi. Obat batuk tak dapat digunakan sebagai pencegahan stroke. Menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan, dan mengontrol tekanan darah adalah langkah terbaik untuk mencegah stroke.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar