Sukses

Alasan Kenapa Menantu Wanita & Ibu Mertua Sering Tidak Akur

Ketegangan yang terjadi antara ibu mertua dan menantu wanita tidak hanya terjadi dalam sinetron lho! Ada berbagai alasan penyebab ibu mertua tidak menyukai menantu wanitanya. Intip penjelasannya di sini yuk!

Ketidakcocokan antara menantu wanita dengan Ibu mertua ternyata bukan hanya sekedar gimmick pada sinetron atau serial TV saja, lho! Dalam kehidupan nyata, hal ini terbilang umum dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan tiga dari empat pasangan mengaku bentrok dengan mertua. Menariknya, hanya 15 persen konflik terjadi antara menantu pria dengan ibu mertuanya.

Pernikahan seharusnya tidak hanya menyatukan sepasang suami dan istri tetapi juga dua keluarga dari pihak suami dan istri. Salah satu kunci keharmonisan keluarga berasal dari hubungan baik suami dengan ibu mertua serta istri dengan ibu mertua dan sebaliknya.

Survei terkini menunjukkan bahwa 60 persen menantu wanita merasa tidak bahagia akibat pergesekan ini. Di sisi lain, ibu mertua sering merasa dikucilkan dari kehidupan anaknya oleh menantu wanita akibat masih merasa ‘berhak’ dalam kehidupan anak laki-lakinya. Tak hanya berhenti di situ, ibu mertua terkadang merasa khawatir kehidupan anaknya tidak sebaik saat sebelum menikah.

Nah, apa saja ya penyebab wanita tidak akur dengan ibu mertuanya? Intip penjelasannya di sini yuk!

Artikel Lainnya: Peran Penting Ibu bagi Kesehatan Keluarga

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Menantu Wanita Tidak Akur dengan Ibu Mertua

Beragam alasan menjadi retaknya hubungan ibu mertua dengan menantu wanita. Sejak tahun 50-an, banyak peneliti yang menemukan fakta bahwa sebanyak 75 persen wanita mengaku kurang atau tidak menyukai ibu mertua mereka. Berikut beberapa alasan menantu wanita tidak menyukai ibu mertua mereka:

Dianggap Orang Asing

Dalam kebudayaan keluarga di wilayah Asia, kehidupan keluarga biasanya sangat erat dan menjunjung tinggi tali persaudaraan yang kuat. Namun, dinamika keluarga bisa bermasalah jika anak menikah dan mertua menganggap menantu sebagai ‘orang asing’ yang masuk dalam keluarganya.

Jika menantu dapat diterima sebagai keluarga sendiri dan tidak dipandang sebagai orang luar, maka dapat mengurangi kemungkinan konflik. Karena itu, kedua belah pihak perlu menyadari bahwa masing-masing memiliki peran penting dan berbeda dalam hidup suami ataupun anak. Hal ini tidak dapat tergantikan.

Perebutan Kekuasaan di Rumah

Wanita dalam keluarga umumnya lebih berperan menentukan kehidupan sosial keluarga. Saat pria menikah dan membentuk keluarga baru, ibu dan istrinya bisa berselisih untuk mendapat posisi ini.

Terlebih lagi jika Anda dan pasangan masih tinggal dengan mertua, terkadang percekcokan ini tidak dapat terhindarkan.Ketika Anda membatasi ruang gerak suami serta terlalu mengekang suami, naluri sebagai seorang ibu pasti akan melindungi anaknya, sehingga percekcokan pun tak terhindarkan. Apalagi kalau sudah memojokkan Anda sebagai istri dari anaknya, sudah pasti muncul ketidaknyamanan dalam rumah tangga Anda.

Tidak Sepakat dalam Hal Mengurus Anak

Ibu mertuamu pun akan memperhatikan bagaimana cara kamu mengurus rumah tangga sampai mendidik cucunya. Biasanya hal ini terjadi karena perbedaan pola asuh antara nenek dan Anda sebagai ibu dari anak Anda.

Artikel Lainnya: Jangan Kesal, Ini Cara Menghadapi Ibu yang Pemarah

Nenek cenderung menuruti semua kemauan cucunya, tapi disisi lain Anda sebagai ibu menetapkan batasan-batasan tertentu.Jika ibu mertua tidak sepakat dengan cara Anda membesarkan anak, tidak selalu berarti membenci Anda. Bisa saja karena memang cara-cara yang Anda terapkan tidak familiar dan aneh menurutnya dan mulai ikut campur dalam bagaimana Anda mengurus anak.

Sering Tidak Datang Saat Diundang

Sesuai tradisi budaya di wilayah Asia, sering melakukan perayaan-perayaan tertentu dengan mengundang tamu, termasuk Anda, sebagai istri dari anaknya. Namun, jika Anda terlanjur kurang senang dengan ibu mertua, secara tidak langsung Anda akan menghindari beberapa acara yang dihelat oleh keluarga besarnya, bukan?Hal ini dapat mengakibatkan ibu mertua Anda berpikir bahwa Anda membencinya sehingga tidak ingin datang pada beberapa acara keluarga yang diadakan.

Mengadu Domba dan Membanding-bandingkan

Kadang ketika tidak menyukai menantunya mertua akan lebih menjelekkan-jelekkannya di depan anaknya (suami Anda). Tidak hanya itu saja, ibu mertua akan mengkritik segala hal tentang Anda dan selalu menekankan bahwa anaknya begitu baik dan berharga untuk punya istri seperti Anda.

Tentu saja hal ini akan membuat harga diri Anda sebagai istri terluka bukan? Untuk itu, ada baiknya diskusikan dengan suami Anda mengenai masalah ini. Keterbukaan komunikasi menjadi sangat penting agar suami Anda juga mendukung Anda dan bisa memposisikan diri yang baik agar Anda dan ibu mertua berdamai.

Artikel Lainnya: 7 Hal yang Pengaruhi Kualitas Kesehatan Keluarga

2 dari 3 halaman

Apa yang Sebaiknya Anda Lakukan?

Walaupun penyebab percekcokan antara menantu wanita dan ibu mertua sepele, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Penting untuk memiliki ikatan yang kuat dengan ibu mertua Anda, terlebih jika Anda masih tinggal bersama. Berikut beberapa opsi untuk menyenangkan hati mertua:

Ajak Melakukan Kegiatan Bersama

Sesekali ajaklah ibu mertua melakukan kegiatan bersama Anda, mulai dari berolahraga, berbelanja sampai perawatan di salon. Belikanlah barang-barang yang menurut Anda cocok untuk ibu mertua Anda yang masih dalam anggaran yang cukup bagi keluarga Anda.

Jangan Mencoba Ikut Campur

Sebagai seorang istri, pasti Anda memiliki keinginan untuk hidup bahagia dengan pasangan. Namun, pertengkaran dalam keluarga besar sang suami kadang terdengar sampai ke telinga Anda. Jangan buru-buru memusuhi keluarga besarnya apalagi menciptakan lingkungan keluarga yang toxic. Dukung suami Anda dengan bersikap positif dan netral.

Berikan Pujian yang Tulus

Siapa yang tak senang dipuji? Begitupun ibu mertua Anda. Namun, perlu diingat tidak perlu berlebihan dalam memberikan pujian untuk sang Ibu. Terlalu berlebihan akan memberikan kesan Anda tidak tulus dan sedang ‘menjilat’ ibu mertua.

Pujilah masakan sang Ibu sambil minta diajari memasak misalnya. Tak lupa, meminta saran-saran kecil dari ibu mertua juga dapat membuat mereka merasa dihargai. Jadi, jangan sungkan ya!

Hidup dengan ibu mertua memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Terbukalah dengan suami Anda, katakan dengan jujur jika keterlibatan ibunya dalam keluarga kalian membuat Anda kurang nyaman. Namun ingat, bagaimanapun ibu mertua Anda adalah ibu sambung Anda juga. Cobalah berpikir dari perspektifnya sebagai seorang Ibu.

Ingin mengetahui info kesehatan lainnya atau ingin menanyakan penyebab menantu wanita tidak akur dengan ibu mertua dan dampaknya bagi kesehatan mental Anda? Tanyakan langsung kepada psikolog dan dokter-dokter kami dengan menggunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Gratis lho!

[RS/ RH]

3 Komentar

  • Lista Chaby Nababan

    Klo q sihhh maunya akur2 aja sna mertua.. tp mertua yg slalu brusha tuk mnyakiti q... dr dl smpe skrg... Hahhh... susah untuk mgembalikan suasana yg damai sukacita...

  • Syaniia Julianty Fauzia

    Klo aku mh akur cuma mertua tak bsa jga mulutnya...jdi klo ngomng ska nyakitin...jd kdang ku diamkn...kdang aku lwan...serba slah...aplgi aku tinggl stu rmh sma mrtua...

  • Melly Wibi

    saya dan ibu mertua akur2 aja tuh, yg penting kita tahu posisi masing2 aja sih