Sukses

Tahun 2030 Manusia Bisa Hidup Sepanjang Ini

Angka harapan hidup manusia diprediksi akan lebih dari 90 tahun pada tahun 2030.

Klikdokter.com, Jakarta Peneliti dari Imperial College London dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi manusia yang lahir tahun 2030 dapat hidup lebih dari 90 tahun. Perbedaan angka harapan hidup antara pria dan wanita pun semakin tipis.

Tigapuluh lima negara maju di dunia diteliti dalam studi yang dimuat di jurnal The Lancet, 1 April 2017. Di antara negara-negara maju yang diteliti, Korea Selatan mengalami peningkatan angka harapan hidup yang paling besar.

Wanita yang lahir pada tahun 2030 akan memiliki angka harapan hidup tertinggi di dunia yaitu 90,8 tahun. Angka ini 6,6 tahun lebih lama dari mereka yang lahir di tahun 2010. Di tahun itu pula, 97% wanita Korea Selatan berpeluang hidup lebih dari 86,7 tahun dan 57%-nya berpeluang hidup lebih dari 90 tahun.

Posisi kedua ditempati oleh Perancis dengan 88,6 tahun, diikuti oleh Jepang yang telah berpuluh-puluh tahun memegang rekor angka harapan hidup tertinggi di dunia dengan angka 88,4 tahun. Sedangkan pria yang terlahir di tahun 2030, memiliki angka harapan hidup tertinggi di Korea Selatan (84,1 tahun), Australia dan Swiss (sama-sama 84 tahun).

Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa perbedaan angka harapan hidup antara pria dan wanita semakin kecil. Pria cenderung memiliki gaya hidup yang lebih tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol serta lebih rentan mengalami kecelakaan lalu lintas dan pembunuhan.

Inilah sebabnya angka harapan hidupnya pun lebih kecil daripada wanita. Di masa depan, diproyeksikan bahwa gaya hidup pria dan wanita semakin mirip sehingga angka harapan hidupnya pun tidak berbeda jauh.

Angka Harapan Hidup di Negara Maju Lebih Tinggi

Ada banyak faktor yang memengaruhi angka harapan hidup penduduk suatu negara. Di antaranya ialah jenis kelamin, ras/genetik, akses terhadap pelayanan kesehatan, tingkat ekonomi dan pendidikan, status gizi, gaya hidup, dan angka kriminalitas.
Korea Selatan mengalami peningkatan ekonomi dan pendidikan yang signifikan. Angka kematian anak dan dewasa akibat penyakit infeksi telah sangat menurun sehingga status gizi pun membaik.

Di samping itu, adanya jaminan kesehatan nasional membuat seluruh warga bisa mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Ini terlihat dari pengendalian yang baik terhadap penyakit kronik seperti hipertensi. Obesitas juga tidak menjadi masalah besar serta lebih sedikit wanita yang merokok dibandingkan di negara barat.

Negara lain dengan angka harapan hidup yang tinggi seperti Australia, Kanada, dan Selandia Baru memiliki pelayanan kesehatan berkualitas tinggi untuk menangani kanker dan penyakit jantung. Di negara-negara ini, angka kematian bayi, angka kecelakaan lalu lintas, dan frekuensi perokok sedikit.

Prediksi angka harapan hidup manusia akan melampaui 90 tahun menggambarkan kemajuan dan suksesnya sistem pelayanan kesehatan di suatu negara. Di sisi lain, pertumbuhan populasi lansia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Diperlukan sistem dan kebijakan untuk mendukung kualitas hidup lansia yang meliputi aspek fisik, mental, dan fungsi sosial.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar