Sukses

Turun Dua Peringkat, Indonesia Peringkat 81 Negara Paling Bahagia

Tahun ini, Norwegia menempati peringkat pertama negara paling bahagia di dunia sedangkan Indonesia di peringkat ke-81.

Klikdokter.com, Jakarta Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan World Happiness Report yang kelima dalam perayaan International Happiness Day pada 20 Maret 2017. Laporan yang berisi peringkat negara paling bahagia di dunia tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-81.

Dalam laporan tersebut sebanyak 155 negara di dunia diurutkan berdasarkan tingkat kebahagiaan penduduknya. Ada enam hal yang digunakan sebagai indikator kebahagiaan, yaitu pendapatan per kapita, angka harapan hidup, dukungan sosial, kebebasan dalam menentukan pilihan, kedermawanan, dan tingkat korupsi di pemerintahan dan dunia bisnis.

Kebahagiaan penduduk suatu negara diukur secara subjektif melalui penilaian hidup dan refleksi pribadi. Sekitar 1.000 responden dari tiap negara diminta untuk memberikan tingkat kepuasaan hidup mereka saat ini melalui pertanyaan: Coba bayangkan sebuah tangga, angka 0 terletak di dasar anak tangga dan 10 di puncak.

Anak tangga tertinggi adalah peluang terbaik hidup Anda sedangkan anak terendah adalah peluang terburuk hidup Anda. Di anak tangga berapa Anda merasa sedang berdiri saat ini?

Hasilnya, Norwegia berhasil menjadi negara paling bahagia dan menggeser juara tahun lalu yaitu Denmark, ke posisi kedua. Posisi ketiga hingga kesepuluh berturut-turut diduduki oleh Islandia, Swiss, Finlandia, Belanda, Kanada, Selandia Baru, Australia, dan Swedia. Dari hasil tersebut, terlihat bahwa lima besar negara paling bahagia diduduki oleh negara-negara Skandinavia kecuali Swedia.

Sedangkan Indonesia menempati peringkat ke-81, turun dua peringkat dari tahun sebelumnya. Untuk wilayah Asia Tenggara, posisi Indonesia masih berada di bawah Filipina (72), Malaysia (42), Thailand (32), dan Singapura (26), namun berada di atas Vietnam (94), Myanmar (114), dan Kamboja (129).

Sedangkan sepuluh negara yang paling tidak bahagia berasal dari wilayah Afrika yang rentan mengalami konflik. Negara-negara tersebut antara lain Yaman, Sudan Selatan,Liberia, Guinea, Togo, Rwanda, Suriah, Tanzania, Burundi, dan Republik Afrika Tengah.

Laporan ini menyiratkan bahwa kebahagiaan bukan semata-mata karena uang atau harta yang berlimpah. Hal ini dibuktikan melalui fakta bahwa sepuluh besar negara paling bahagia bukanlah negara terkaya di dunia.

Penduduk kesepuluh negara ini bahagia karena pemerintah berhasil hadir bagi warganya dalam memberikan rasa aman, nyaman, serta akses yang mudah, dan terjangkau terhadap berbagai pelayanan publik.

Di samping itu, pemerintahnya juga mendukung keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Dengan demikian, warganya menjadi sehat lahir dan batin.

Di Indonesia, kebahagiaan penduduk masih merupakan pekerjaan rumah yang harus diupayakan. Laporan ini bisa menjadi evaluasi bagi pemerintah sekaligus acuan untuk mencari cara yang lebih baik agar kehidupan warga Indonesia lebih bahagia.

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar