Sukses

Benarkah Minyak Biang Kerok Masalah Obesitas?

Minyak sering dituding sebagai biang kerok masalah obesitas. Yakin demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Obesitas merupakan suatu masalah penting yang menjadi momok setiap manusia. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia.

Data dari World Health Organization menunjukkan setidaknya 39% penduduk berusia di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, dan 13% menyentuh kategori obesitas.

Di balik angka itu tentu tersimpan banyak ancaman kesehatan. Mulai dari diabetes, hipertensi, radang sendi, serta berbagai jenis kanker, hingga stroke dan serangan jantung.

Faktanya, stroke dan serangan jantung merupakan dua pembunuh yang paling banyak merenggut nyawa penduduk Indonesia.

Dari seluruh faktor risiko obesitas, salah satu penyebab tersering adalah asupan kalori berlebih. Nah, bahan makanan yang mengandung tinggi kalori adalah minyak.
Dalam satu sendok makan minyak sawit terkandung 120 kilokalori (kkal). American Heart Association sendiri merekomendasikan asupan lemak, baik dari minyak maupun mentega, butter dan sumber lainnya tidak lebih dari 25-35% kebutuhan kalori harian. Batasan ini setara dengan 3 sendok makan minyak.

Jika dibandingkan dengan budaya makan gorengan yang dimiliki masyarakat Indonesia, maka tak heran bila minyak menjadi biang kerok masalah obesitas.

Ilustrasi berikut mungkin dapat memberikan gambaran betapa banyak kalori yang bertambah ketika satu bahan makanan digoreng dibandingkan dengan dipanggang:

  • 1 potong paha ayam panggang mengandung 159 kalori. Sedangkan bila digoreng jumlahnya bertambah menjadi 228 kalori.
  • 1 porsi kentang panggang mengandung 278 kalori. Bila digoreng, kalori berlipat hampir 3 kalinya, yakni 826 kalori.

Kelebihan kalori yang masuk ke tubuh akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak. Lemak yang bertumpuk ini menjadi cikal bakal obesitas di kemudian hari. Bila terus dibiarkan, bukan tidak mungkin stroke dan serangan jantung terjadi kemudian.

Masih heran mengapa obesitas terus-menerus melekat pada diri sendiri? Coba cek jenis serta cara pengolahan makanan yang Anda pilih. Masihkah minyak mendominasi daftar menu harian Anda? Jika ya, sebaiknya perbaiki hal ini dari sekarang!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar