Sukses

Penderita HIV/AIDS Berisiko Kena Kanker, Benarkah?

Lemahnya daya tahan tubuh menyebabkan orang dengan HIV AIDS lebih rentan terserang berbagai jenis kanker.

Menjadi seorang penderita HIV/AIDS atau ODHA berarti memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami berbagai penyakit. Hal ini karena sel yang diserang oleh virus HIV adalah sel yang berperan dalam daya tahan tubuh.

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus serius yang mengakibatkan kerusakan imun tubuh. Bila gejala dari virus ini muncul, maka dapat menimbulkan penyakit AIDS.

Dengan adanya HIV dalam tubuh, seorang ODHA menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Sementara pada orang sehat, bisa saja suatu infeksi tidak menyebabkan dampak yang serius.

Tidak hanya penyakit-penyakit infeksi, ternyata ODHA juga berisiko lebih tinggi untuk terkena beberapa jenis kanker. Berikut adalah penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Penyebab Kanker pada Penderita HIV/AIDS

Orang dengan penyakit HIV dan penyakit AIDS memiliki daya tahan tubuh yang membuatnya lebih mudah untuk tertular berbagai infeksi, yang dapat berujung pada kematian.

Bahkan selain infeksi, penderita HIV dan AIDS juga rentan terhadap kanker karena daya tubuh yang lemah tersebut. Berbagai jenis kanker akan lebih mudah menyerang.

Artikel Lainnya: Cara Tepat Menjelaskan tentang HIV/AIDS kepada Anak

ODHA rentan mengalami berbagai jenis kanker berikut:

  • Kanker kelenjar getah bening (limfoma). Limfoma adalah kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi salah satu faktor risikonya adalah orang dengan penyakit autoimun, termasuk HIV/AIDS.
  • Kanker pembuluh darah (sarkoma kaposi): Kanker ini terjadi akibat human herpesvirus-8 atau HHV-8. Sarkoma kaposi adalah kanker kulit yang rentan menyerang orang yang menjalani transplantasi organ. Orang keturunan Yahudi, Afrika, dan Mediterania juga lebih berisiko.
  • Kanker serviks: Kanker serviks menyerang bagian leher rahim, tempat yang menghubungkan rahim dengan vagina. Setiap wanita memiliki risiko mengalami kanker ini. Namun, risiko dapat meningkat pada wanita yang aktif secara seksual.

Studi menunjukkan bahwa ODHA lebih berpeluang dua kali lipat untuk mengalami kanker tersebut dibandingkan orang sehat. Semakin lemah daya tahan tubuhnya, semakin rentan ODHA mengalami kanker. 

Jenis kanker akibat adanya HIV/AIDS akan berbeda-beda. Oleh sebab itu, faktor risikonya dapat bermacam-macam. Namun, pada dasarnya kemunculan kanker pada penderita HIV/AIDS diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Tubuh penderita tidak dapat memerangi perubahan dan pertumbuhan yang terjadi secara abnormal di dalam sel. Karena kemampuan sistem imun melemah, perubahan tersebut dapat berkembang menjadi tumor. Bila sudah ganas, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan infeksi yang serius.

Artikel Lainnya: 8 Cara Mencegah Komplikasi Penyakit HIV/AIDS

2 dari 3 halaman

Mencegah Kanker pada ODHA

Kanker pada penderita HIV/AIDS lebih berpotensi mengancam nyawa dibandingkan dengan penyakit infeksi. 

Kabar baiknya, dengan mengonsumsi antiretroviral therapy (ART) secara rutin, risiko terkena kanker akan menurun.

Pengobatan HIV akan memperbaiki daya tahan tubuh ODHA. Secara sederhana, hal tersebut akan membuat tubuhnya mampu untuk menekan sel kanker agar tidak berkembang dan bertambah banyak.

Hingga kini, HIV/AIDS memang belum dapat disembuhkan. Namun, pengobatan ART yang ada saat ini mampu menekan virus HIV hingga jumlahnya tak terdeteksi lagi dalam tubuh.

Dengan pengobatan yang dijalani ini, penderita HIV dapat hidup sehat, hampir sama seperti orang normal.

Agar ODHA terhindar dari bahaya infeksi dan kanker, ART harus diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter.

Selain itu, ART tidak hanya akan menekan risiko kanker pada ODHA. Terapi obat ini juga membantu menurunkan risiko penyakit lainnya, seperti jamur dan tuberkulosis pada ODHA secara signifikan.

Penderita HIV/AIDS (ODHA) rentan mengalami berbagai infeksi sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit, termasuk kanker. Oleh sebab itu, pastikan untuk disiplin dalam melakukan pengobatan.

Apabila memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan lainnya, gunakan fitur Live Chat 24 jam dari Klikdokter untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar