Sukses

Kenali Fakta Seputar Program Bayi Tabung

Program bayi tabung menjadi solusi dan membantu bagi pasangan yang ingin mempunyai keturunan, Berikut fakta seputar bayi tabung yang harus diketahui.

Seiring berkembangnya dunia teknologi kesehatan, program bayi tabung sudah banyak tersedia di berbagai negara, termasuk di Indonesia. 

Berbagai kota besar di tanah air sudah memiliki klinik atau rumah sakit khusus pelayanan program kehamilan ini. Artinya, ada harapan bagi pasangan yang belum memiliki keturunan. 

Kendati demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui seluk beluk program kehamilan ini. Oleh karena itu, simak sembilan fakta seputar program bayi tabung lewat ulasan berikut. 

1 dari 6 halaman

1. Apa itu Program Bayi Tabung?

Bayi tabung adalah program untuk membantu terjadinya kehamilan dengan mempertemukan sel sperma dan ovum di luar rahim. Banyak yang berpikir bahwa bayi tabung adalah kehamilan yang  berlangsung di dalam tabung. 

Sayangnya, anggapan tersebut keliru. Sebab, setelah calon janin berkembang pada tahap tertentu, ia akan dimasukkan ke dalam rahim dan berkembang hingga lahir.

Program bayi tabung dapat dilakukan oleh tim dokter kebidanan yang khusus mempelajari bidang fertilitas (kesuburan).

2. Bagaimana Prosesnya?

Pertama, dokter akan memberikan penjelasan terkait program bayi tabung terlebih dahulu. 

Selanjutnya, wanita akan diberikan obat mengandung hormon untuk merangsang terbentuknya sel telur. Setelah beberapa sel telur siap dan diambil dari indung telur wanita, pria harus menyerahkan sel spermanya. 

Sel telur dan sperma akan disatukan di laboratorium. Setelah berkembang pada tahap tertentu, maka beberapa embrio akan ditransfer atau dipindahkan ke dalam rahim wanita.  

Artikel Lainnya: Cara Menjaga Kehamilan dari Program Bayi Tabung

2 dari 6 halaman

3. Siapa yang Dapat Menjalaninya?

Semua pasangan dapat melakukan program bayi tabung. Namun, program ini sering dipilih sebagai langkah akhir setelah cara lainnya tidak berhasil dalam mengupayakan kehamilan.

Umumnya, program ini dilakukan oleh wanita yang memiliki masalah di saluran indung telur. Kondisi tersebut tidak memungkinkan sel telur berjalan ke dalam rahim secara alami.

Selain itu, program bayi tabung juga dapat dilakukan oleh pria yang memiliki masalah infertilitas (ketidaksuburan). Misalnya, seperti pergerakan sel sperma yang lambat atau kondisi pasangan yang usianya sudah tidak subur lagi.

4. Berapa Tingkat Keberhasilannya?

Banyak hal yang memengaruhi keberhasilan program ini. Antara lain dari faktor kualitas bayi tabung sendiri atau dari faktor pasangan. Dari faktor pasangan biasanya akan dilihat berdasarkan usia, penyebab infertilitas, masalah hormonal, kekuatan rahim, dan faktor lainnya. 

Tingkat keberhasilan program ini sebesar:

  • 30-35 persen bagi wanita berusia kurang dari 35 tahun.
  • 25 persen bagi wanita usia 35 sampai 37 tahun.
  • 15-20 persen bagi wanita berusia 38 hingga 40 tahun. 
  • 6-10 persen bagi wanita dengan usia 40 tahun ke atas.

Artikel Lainnya: Ini Cara Menghitung HPL IVF atau Bayi Tabung

3 dari 6 halaman

5. Berapa Biayanya?

Hingga saat ini program bayi tabung tidak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebagian besar asuransi kesehatan lainnya juga tidak menanggung atau meng-cover biaya program ini. 

Oleh karena itu,  para pasangan harus mempersiapkan biaya sendiri. Mulai dari proses awal hingga akhir, program ini bisa mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan juta. Biayanya dapat bervariasi antara satu tempat (klinik atau rumah sakit) dengan yang lainnya.

6. Apa Risikonya?

Program bayi tabung juga memiliki risiko. Meskipun relatif aman, program ini punya risiko kecil yang menyebabkan wanita mengalami gangguan hormonal. Risiko dapat terjadi ketika wanita diberikan obat-obatan hormon perangsang sel telur.  

Lalu, ada juga risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran, hamil di luar rahim, serta komplikasi lainnya. Namun, risiko tersebut sangat jarang terjadi. 

Artikel Lainnya: Bolehkah Penderita Diabetes Jalani Program Bayi Tabung?

4 dari 6 halaman

7. Bagaimana Cara Mengetahui Program Anda Berhasil?

Setelah embrio dimasukkan ke dalam rahim, Anda perlu melakukan evaluasi kembali dalam beberapa minggu ke depan.

Tujuan evaluasi untuk memastikan apakah embrio menempel dengan baik di dinding rahim melalui ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan hormon kehamilan.

Jika USG menunjukkan hasil dan pemeriksaan hormon kehamilan yang positif, maka Anda bisa dinyatakan hamil. Setelah itu, Anda juga tetap harus menjalani periksa kehamilan rutin oleh dokter kandungan. 

8. Apakah Sisa Telur Dapat Disimpan?

Tidak semua sel telur digunakan dalam proses bayi tabung. Pasalnya, tidak semua sel telur yang dibuahi sperma akan berkembang menjadi embrio. 

Apabila ada beberapa sel telur yang berkembang menjadi embrio, maka tidak mungkin semuanya akan ditanam ke dalam rahim. Dokter akan memilih sekitar dua hingga tiga embrio terbaik yang akan ditanam ke dalam rahim. 

Sisanya, boleh disimpan secara khusus dan dapat digunakan kembali jika proses yang dilakukan pertama kali belum berhasil.

Artikel Lainnya: Apa Perbedaan Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan?

5 dari 6 halaman

9. Dapatkah Memilih Jenis Kelamin Calon Bayi?

Bisa atau tidaknya memilih jenis kelamin calon bayi masih menjadi kontroversi. Namun, di sebagian pusat layanan bayi tabung, hal tersebut sudah dapat dilakukan. 

Untuk memilih jenis kelamin, dokter akan memeriksa kromosom calon embrio. Nantinya, embrio dengan kromosom tertentu dapat dipilih dan ditanam di dalam rahim. 

Memilih jenis kelamin bayi sudah boleh dilakukan di beberapa negara. Akan tetapi, di Indonesia hanya bisa dilakukan dengan kondisi khusus atau bersyarat. Sebab, program kehamilan harus patuh mengikuti kaidah etik kedokteran yang ditentukan. 

Kini Anda telah mengetahui 9 fakta mengenai bayi tabung. Apabila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Untuk lebih praktis, gunakan fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter. Semoga bermanfaat. 

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar