Sukses

Catat! Hal-Hal yang Bisa Merusak Sperma Anda

Selain akibat adanya gangguan kesehatan tertentu, sperma juga bisa rusak karena kebiasaan yang Anda lakukan tanpa disadari. Apa saja penyebab sperma tidak subur?

Sperma adalah modal utama pria untuk bisa mendapatkan keturunan. Karena itu, menjaganya tetap dalam kondisi baik dan prima adalah hal wajib. Tapi siapa sangka, kondisi-kondisi tidak terduga ini bisa merusak sperma, hingga akhirnya menyebabkan gangguan kesuburan.

Ketidaksuburan atau infertilitas umumnya ditandai jika suatu pasangan tidak hamil setelah berhubungan intim rutin tanpa pengaman selama satu tahun. Penyebab infertilitas 1/3 adalah faktor wanita saja, 1/3 faktor pria saja, dan 1/3 merupakan faktor dari keduanya.

Penyebab utama ketidaksuburan pria adalah masalah pada proses pembuatan dan pertumbuhan sperma. Sperma yang tidak subur dapat tidak tumbuh dengan sempurna, memiliki bentuk yang tidak normal, tidak berenang ke arah yang benar, berjumlah sedikit, atau bahkan tidak menghasilkan sperma sama sekali.

Berikut adalah kondisi yang paling sering memicu rusaknya sperma:

1 dari 5 halaman

1. Kebiasaan Merokok

Rokok mengandung 4000 zat kimia, yang berdampak buruk bagi sperma dan tubuh secara menyeluruh. Salah satu kandungan rokok, nikotin, menimbulkan stres oksidatif pada tubuh sehingga memengaruhi kualitas sperma dan menjadi penyebab sperma tidak subur.

European Association of Urology menyebutkan, kebiasaan merokok berhubungan dengan rendahnya jumlah, kemampuan gerak, dan bentuk sperma, hingga gangguan kesuburan. Umumnya, kondisi ini terjadi pada perokok tingkat sedang dan berat.

2. Konsumsi Alkohol

Tidak hanya merusak organ dalam tubuh, alkohol juga bisa merusak sperma. Sebab alkohol memiliki pengaruh pada hormon pria, sehingga proses pembentukan dan pematangan sperma menjadi terganggu.

Dalam waktu lama, kondisi ini akan berujung pada impotensi (disfungsi ereksi) hingga gangguan kesuburan.

Artikel lainnya: Pria yang Tidak Subur Dikaitkan dengan Risiko Kanker Prostat

2 dari 5 halaman

3. Memangku Laptop

Memangku laptop akan meningkatkan suhu area kemaluan hingga 2,8 derajat Celsius. Sementara, peningkatan 1 derajat Celsius saja di area tersebut dapat menekan pembentukan sperma. Jadi, kebiasaan ini dapat menyebabkan sperma rusak atau gagal terbentuk.

4. Sering Memakai Celana Dalam Ketat

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang sering memakai celana dalam ketat memiliki kualitas sperma yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Ini karena penggunaan celana tersebut dapat meningkatkan suhu area kemaluan dan memicu lingkungan yang tidak ideal untuk pembentukan sperma.

3 dari 5 halaman

5. Kelebihan Berat Badan

Pria dengan indeks massa tubuh (IMT) tinggi, terutama di atas 30, memiliki kadar hormon testosteron yang rendah. Padahal, hormon ini berperan penting dalam pembentukan dan pematangan sperma. Inilah mengapa pria yang obesitas akan memiliki jumlah sperma yang sedikit dan mengalami gangguan kesuburan.

6. Infeksi

Salah satu penyebab sperma tidak subur adalah adanya infeksi, terutama infeksi menular seksual  (IMS). Peradangan pada kelamin akibat IMS dalam jangka pendek dapat menjadi penyebab sperma lemah.

Sementara, kasus yang berat dan tidak diobati (terjadi infeksi kronis), dapat menyebabkan sumbatan pada saluran reproduksi sehingga sperma sulit keluar.

Artikel lainnya: Pria dengan Jumlah Sperma Sedikit Rentan Kena Penyakit?

4 dari 5 halaman

7. Usia

Walaupun pria dapat terus memproduksi sperma sepanjang hidupnya, namun kualitas sperma yang dihasilkan akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia. Hal ini diawali setelah pria berusia 35 tahun.

Pada saat pria berusia 40 tahun, kemungkinan seorang pria memiliki anak tanpa kelainan mutasi genetik akan berkurang sebanyak 11 persen setiap tahunnya.

8. Varikokel

Varikokel, atau kondisi pembesaran pembuluh darah vena pada testis, juga merupakan salah satu penyebab sperma tidak subur. Kondisi ini ditemukan pada sekitar 40 persen pria yang tidak subur.

Pembesaran vena menyebabkan aliran balik darah ke testis. Akibatnya, suhu darah ikut menghangatkan suhu pada testis. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, suhu yang terlalu hangat tidak baik untuk pembentukan sperma yang berkualitas.

Mengatasi kualitas spema yang kurang baik sangat bergantung pada penyebabnya. Misalnya, apabila disebabkan kegemukan maka perlu menurunkan berat badan.

Lalu jika disebabkan kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebih, kebiasaan memangku laptop atau pakaian dalam ketat, maka perlu dihentikan kebiasaan buruk tersebut.

Salah satu cara menjaga kualitas sperma adalah dengan makanan bernutrisi, terutama yang tinggi kandungan antioksidan. Misalnya saja mengonsumsi keju (tinggi vitamin A), jeruk (sumber vitamin C), biji bunga matahari (mengandung vitamin E), ikan (kaya omega-3), brokoli (sumber asam folat), dan sebagainya.

Jadi, ada banyak hal yang menjadi penyebab sperma tidak subur. Tentunya Anda tidak ingin sperma rusak hingga akhirnya mengalami gangguan kesuburan, bukan? Kalau begitu, mari terapkan kebiasaan sehat secara konsisten untuk sperma yang sehat!

[NWS]

0 Komentar

Belum ada komentar