Sukses

Berapa Kali Karet Behel Harus Diganti dalam Setahun?

Mengganti karet behel harus dilakukan secara berkala. Berapa kali harus ganti karet behel dalam setahun? Apa berbahaya jika tak diganti? Ini faktanya.

Saat melakukan perawatan kawat gigi, jadwal kontrol untuk ganti karet behel adalah hal yang sangat penting. Karet behel berfungsi untuk menjaga kawat gigi tetap dalam posisi yang benar sehingga menyatu dengan bracket. Kawat dan bracket yang menyatu akan memiliki kekuatan untuk mengubah posisi gigi ke arah yang diinginkan.

Jadwal kontrol untuk ganti karet behel harus rutin dilakukan. Mengapa demikian? Sebab, karet behel sifatnya mudah melar dan gampang putus dalam waktu tertentu. Selain itu, saat kontrol nanti, dokter juga perlu mengganti kawat behel. Kawat yang digunakan mulai dari yang ukurannya paling tipis sampai paling tebal.

Saat hendak mengganti kawat, dokter gigi akan menilai apakah susunan gigi sudah bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya atau belum. Jika susunan gigi belum sesuai, maka kawat tidak akan diganti dan akan dinilai kembali pada jadwal kontrol berikutnya.

Supaya perawatan kawat gigi bisa berjalan dengan baik dan hasilnya sesuai dengan rencana awal, maka disiplin dalam jadwal ganti karet behel harus ditegakkan.

Artikel Lainnya: Untuk Pemula, Ini 5 Tips Merawat Gigi dengan Behel

1 dari 3 halaman

Berapa Kali Harus Ganti Karet Behel?

Waktu ideal untuk kontrol dan ganti karet behel adalah dua sampai tiga minggu sekali. Umumnya, lama perawatan behel berkisar 18-30 bulan. Perhitungan ini masih harus ditambah enam bulan untuk melakukan fiksasi jaringan di sekitar gigi.

Jika dihitung secara keseluruhan, maka butuh sekitar 32 kali ganti karet behel untuk menyelesaikan perawatan gigi dalam setahun. Namun dengan catatan, kontrol untuk pergantian karet behel harus dilakukan rutin dan tepat waktu.

Artikel Lainnya: 5 Manfaat Pakai Behel Transparan

 

2 dari 3 halaman

Bahaya Jika Karet Behel Tidak Diganti

Apabila pasien tidak kontrol tepat waktu lebih dari tiga minggu, kelenturan karet behel akan menghilang. Hal ini membuat karet tidak lagi memiliki kekuatan untuk menggerakkan posisi gigi.

Efek dari tidak ganti karet behel, yakni menyebabkan gigi terus kembali ke posisi semula. Akibatnya, perawatan behel pun akan bertambah lama karena terhambat untuk maju ke tahap berikutnya.

Semakin lama Anda melakukan perawatan behel, akan semakin banyak pula kerusakan yang timbul di gigi dan gusi. Kerusakan gigi yang timbul bisa berupa karies di sekitar behel gigi. Sedangkan kerusakan di gusi bisa berupa peradangan sampai pembengkakan gusi.

Kerusakan-kerusakan yang timbul dapat menghalangi kemajuan, alhasil perawatan jadi semakin lama dan biayanya pun bertambah.

Jadi perlu diingat, bila sudah memutuskan untuk mengenakan behel, maka Anda harus berkomitmen tinggi. Jangan malas untuk melakukan kontrol secara rutin ke dokter gigi. Ganti karet behel sesuai dengan ketentuan dan saran dari dokter gigi Anda.

Untuk membaca artikel lainnya tentang gigi dan mulut, bisa download aplikasi Klikdokter. Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter, bisa menggunakan fitur Live Chat Premium 24 jam.

(OVI/JKT)

1 Komentar

  • Wahyu Aditya Atmaja

    Dokter saya pengguna behel gigi. Yang membuat saya kesusahan saat kontrol karna.sebelumnya saya melakukan pemasangan d jawa trus saya pindah ke sulawesi tpi melakukan kontrol beda dokter kok susah ya nggk mau nerima pasien gtu alsannya knpa sih dok