Sukses

Saraf Terjepit Harus Dioperasi?

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa keluhan saraf terjepit hanya dapat diatasi dengan operasi. Benarkah tak ada cara lain?

Klikdokter.com, Jakarta Pernah dengar istilah saraf terjepit? Meski tak terlalu ‘popular’, penyakit ini tergolong berbahaya. Karena itulah jalan keluar terbaik yang dipercaya dapat mengatasinya adalah lewat operasi.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya untuk memahami apa itu saraf terjepit. Keluhan yang juga dikenal dengan nama HNP (Herniated Nucleus Pulposus) ini merupakan suatu kondisi dimana bantalan di tulang belakang keluar dari tempat asalnya hingga menjepit saraf.

Saraf terjepit itu sendiri dapat terjadi di sepanjang tulang belakang. Namun, area yang paling sering terkena adalah punggung bawah atau leher.

Umumnya, jika keluhan terjadi di leher, maka gejala akan timbul di tangan. Sedangkan jika terjadi di punggung bawah, maka gejala akan timbul di kaki. Gejala yang dimaksud biasanya berupa nyeri, kebas, atau, kelemahan pada area tubuh tertentu.

Berita baiknya, saraf terjepit merupakan kondisi yang tidak melulu harus dioperasi. Pada kondisi ringan, obat-obatan golongan OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid) dapat diberikan untuk meringankan keluhan.

Di samping itu, penderita juga bisa beristirahat atau mengurangi aktivitas selama beberapa hari atau minggu. Adapun pilihan terapi lain yang juga membantu meringankan keluhan, seperti pijat, terapi dingin atau panas, stretching, stimulasi otot secara elektris, dan lainnya.

Jika Anda tak mendapatkan hasil berarti setelah melakukan terapi di atas selama 3-4 minggu, maka penyuntikan steroid secara epidural dapat dijadikan pilihan terapi selanjutnya. Namun perlu diingat, terapi di atas hanya untuk saraf terjepit yang tergolong ringan.

Bagaimana untuk kasus berat? Pada kasus berat, jalan terbaik adalah operasi. Kasus seperti ini ditandai dengan gejala nyeri hebat, kebas atau kelemahan otot, tidak mampu menahan kencing atau buang air besar, dan kesulitan berdiri atau berjalan.

Operasi untuk penanganan saraf terjepit dapat memberikan hasil lebih cepat dalam hal berkurang/ hilangnya gejala, sehingga penderita dapat kembali beraktivitas normal. Namun, hasil jangka panjang umumnya sama, apa pun terapi yang dilakukan. Karena itu, pemilihan terapi sebaiknya dilakukan setelah berdiskusi dengan dokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar