Sukses

Pembunuhan Siswa SMA, Cegah Perilaku Kriminal Sejak Dini

Anak yang melakukan tindak kriminal semakin banyak. Salah satu kasus yang masih hangat adalah pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara.

Klikdokter.com, Jakarta Kasus anak yang melakukan tindak kriminal sudah banyak terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah kasus pembunuhan seorang siswa SMA Taruna Nusantara. Peristiwa ini terjadi sekitar akhir bulan Maret. Seorang siswa berusia 15 tahun membunuh temannya karena kesal beberapa kali dipergoki mencuri barang-barang milik siswa lain.

Berkaca dari kasus tersebut, sebagai orangtua, kita tentu tak ingin anak terlibat tindak kriminal. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orangtua untuk mencegah anak melakukan tindak kriminal.

  1. Pantau semua hal yang disaksikan anak

    Orangtua harus peka. Bila ada pesan, lagu, video, dan film yang berbau kekerasan, segera jauhkan dari anak. Jika anak sudah terlanjur menyaksikannya, diskusikan dan jelaskan bahwa yang ia lihat tak pantas untuk ditiru.

    Contohnya, Tom and Jerry, film yang sering dianggap menghibur ini sebenarnya tidak baik untuk pendidikan mental anak. Menyaksikan karakter tikus jahil terhadap kucing di film tersebut tanpa pendampingan dapat membangkitkan ide bahwa melukai orang lain adalah hal yang lucu.

  2. Jadilah sahabat terbaik anak

    Anak yang melakukan tindakan kriminal umumnya memiliki masalah dalam pergaulannya. Orangtua harus mampu menjadi sosok yang paling dipercaya anak untuk menceritakan segala sesuatunya. Dengan demikian, orangtua dapat mendeteksi adanya pikiran-pikiran negatif anak yang membahayakan.

  3. Jangan pernah melakukan kekerasan fisik pada anak

    Melakukan kekerasan fisik pada anak, seperti memukul, mencubit, menjewer, tidak baik bagi perkembangan jiwa anak. Anak dapat berpikir bahwa tindakan kekerasan merupakan hal lumrah untuk dilakukan pada orang lain.

  4. Pilihlah lingkungan pergaulan yang baik bagi anak

    Saat akan menyekolahkan anak, orangtua sebaiknya bukan hanya melihat kegiatan dan program sekolahnya. Orangtua juga harus memperhatikan lingkungan pergaulan di sekolahnya.

    Apakah ada tindakan kekerasan? Atau kata-kata kasar yang biasa dilakukan di antara siswa? Atau sering terjadi tawuran? Bagaimana guru menyikapi kesalahan anak dan sebagainya? Ini penting untuk mencegah anak melakukan tindak kriminal.

  5. Kenali teman dekat anak

    Memang, hal ini bisa membuat kita menjadi orangtua yang terlalu protektif. Akan tetapi, teman-teman dekat sangat berperan dalam membentuk karakter anak. Anak usia remaja cenderung senang meniru untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

    Pergaulan yang salah bisa membuat anak meniru karakter dan perilaku yang tidak baik. Siapkan anak untuk mampu menghadapi atau meninggalkan lingkungan yang tidak sesuai nilai yang Anda tanamkan.

  6. Ketahui kemana anak pergi

    Orangtua harus mengetahui secara detil kemana anak pergi, dengan siapa saja, dan bagaimana lingkungan yang ditujunya. Mengetahui jenis lingkungan yang anak temui sangat penting agar orang tua mampu member pengarahan yang sesuai.

Untuk mencegah anak melakukan tindak kriminal, alangkah baiknya bila orangtua bisa menerapkan enam hal tersebut. Dengan demikian, kita berpartisipasi dalam menekan angka tindak kriminal pada anak, sehingga tak ada lagi kasus seperti pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara.

(BA)

0 Komentar

Belum ada komentar