Sukses

Perawatan Gigi yang Tak Boleh Dilewatkan

Mau gigi sehat terus dan tak bermasalah sampai tua? Yuk, lakukan jenis perawat gigi di bawah ini!

Harus diakui, hingga kini, masih banyak orang yang menganggap bahwa menyikat gigi adalah satu-satunya jenis perawatan gigi. Padahal, demi menjaga kesehatan gigi dan mulut sampai tua, ada beberapa jenis perawatan gigi yang mesti dilakukan, lho. 

Kenapa Kita Harus Tahu Cara Merawat Gigi yang Benar? 

Perlu diingat, mulut merupakan “gerbang kesehatan”. Bila kita selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut, otomatis, kesehatan tubuh kita secara keseluruhan akan terjaga!

Selain itu, gigi memegang peranan penting dalam mendukung kegiatan sehari-hari. Misalnya, untuk berbicara, mengunyah, dan untuk memberikan kualitas penampilan yang baik. 

Apabila terjadi masalah di gigi, otomatis, itu akan mengganggu dan menurunkan kualitas hidup seseorang. 

Bayangkan saja, kondisi badan masih kuat. Tapi, Anda tak bisa mengunyah dengan nyaman karena sakit gigi atau karena Anda mengalami gigi sensitif

Plus, Anda tak berani berbicara terlalu dekat karena punya masalah bau mulut. Tentu Anda tak mau seperti itu, bukan?

Artikel Lainnya: Meski Hanya Sementara, Ini Alasan Gigi Susu Juga Perlu Dirawat

1 dari 2 halaman

Jenis Perawatan Gigi yang Perlu Anda Lakukan

Nah, demi mencegah kondisi yang telah disebutkan di atas, sebaiknya Anda melakukan beberapa jenis perawatan gigi di bawah ini agar kesehatan gigi dan mulut senantiasa terjaga. Ada pun jenis perawatan gigi dan mulut yang dimaksud, antara lain:

  1. Menyikat Gigi Setiap Hari, Minimal Dua Kali Sehari

Menurut American Dental Association, menyikat gigi paling baik dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dengan durasi 2 menit. 

Menyikat gigi di malam hari penting untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel dan mencegah kuman berkembang biak. 

Plak gigi yang menempel 1x24 jam masih bisa dibersihkan dengan menyikat gigi. Sayangnya, jika plak sudah lebih dari 1x 24 jam, itu akan mengeras dan menjadi karang gigi!

  1. Gunakan Pasta Gigi Mengandung Fluoride

Pasta gigi yang mengandung fluoride terbukti dapat melindungi gigi dari serangan asam hasil produk olahan kuman yang dapat membuat gigi keropos! Itu karena, fluoride dapat memperkuat struktur gigi.

  1. Lakukan Perawatan Pit dan Fissure Sealant 

Pit dan fissure sealant adalah jenis perawatan gigi dengan melapisi permukaan gigi bagian dalam dengan menggunakan bahan tambalan yang melepas fluor

Ini dilakukan pada kondisi gigi yang belum berlubang, ya. Beberapa penelitian menunjukan, perawatan ini lebih efektif dibanding pemberian fluor dengan pengolesan setiap enam jam sekali. 

Perawatan ini paling baik untuk mencegah kerusakan pada permukaan gigi geraham (gigi belakang untuk mengunyah).

Artikel Lainnya: Kiat Merawat Implan Gigi agar Tetap Kuat

  1. Rutin Bersihkan Karang Gigi (Scaling)

Perawatan ini bermanfaat untuk menghilangkan plak dan karang gigi. Membersihkan karang gigi idealnya dilakukan setiap 6 bulan sekali. 

Jika sudah melakukan perawatan ini, gigi akan bebas dari masalah selama 6 bulan. Perawatan ini biasanya memakan waktu 30-45 menit. Agar waktunya lebih singkat, dianjurkan untuk menyikat gigi terlebih dahulu.

  1. Menyikat Permukaan Lidah secara Rutin

Untuk melengkapi metode dan cara merawat gigi yang benar, Anda juga harus membersihkan permukaan lidah. 

Ini karena permukaan lidah bagian belakang adalah area yang sangat lembap sehingga bakteri banyak bersarang di bagian tersebut. 

Sisa makanan pun sering menumpuk di bagian tersebut dan lama-kelamaan, itu membentuk lapisan putih. 

Untuk itu, setiap menyikat gigi, Anda juga harus menyikat permukaan lidah. Buat Anda yang gampang muntah, sebaiknya tahan napas kurang lebih 10-15 detik sambil menyikat permukaan lidah. 

  1. Jangan Lupa Bersihkan Sikat Gigi Anda

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, ternyata Anda juga harus membersihkan sikat gigi. Ya, bukan hanya terus-menerus dipakai, sikat gigi perlu dibersihkan. 

Orang terkadang lupa, sikat gigi bisa menjadi sarang bakteri. Karena itulah, sikat gigi pun perlu mendapatkan disinfeksi 1-2 minggu sekali. 

Caranya, celupkan bagian bulu sikat gigi ke dalam larutan Chlorhexidine (ini terdapat dalam obat kumur dan obat cair luar/larutan) selama 20 menit. 

Cara ini terbukti dapat membunuh bakteri yang terdapat di dasar bulu sikat, sehingga meminimalkan terjadinya pertukaran bakteri dari mulut ke sikat gigi.

Artikel Lainnya: Untuk Pemula, Ini Tips Merawat Gigi dengan Behel

  1. Jangan Lupa Ganti Sikat Gigi

Anda disarankan untuk mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini penting, sebab bulu sikat yang sudah mekar dan rusak tidak efektif untuk membersihkan gigi. 

Selain itu, jika Anda baru sembuh dari sakit flu atau batuk, disarankan untuk mengganti sikat gigi supaya tidak tertular penyakit dari sikat gigi Anda sendiri.

  1. Letakkan Sikat Gigi dengan Posisi Berdiri

Jangan lupa untuk selalu meletakkan sikat gigi dengan posisi berdiri agar bulunya selalu kering. 

Jangan gunakan penutup kepala sikat gigi karena dapat menyebabkan bulu sikat lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.

Itu dia beberapa jenis perawatan gigi yang tak boleh dilewatkan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut. 

Buat Anda yang punya masalah gigi berlubang atau sisa akar, perlu dilakukan perawatan tambal, perawatan saluran akar, atau cabut gigi terlebih dahulu. Setelah itu, barulah Anda memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan cara di atas! 

Masih ada pertanyaan seputar gigi dan mulut? Jangan sungkan untuk konsultasi langsung dengan kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter! Baca terus artikel menarik lainnya hanya di KlikDokter, ya. 

(AM/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar