Sukses

Benarkah Tidur Siang Bisa Meningkatkan Produktivitas?

Tidur siang tidak selalu identik dengan bermalas- malasan. Ada hal positif yang sangat bermanfaat untuk tubuh di balik tidur siang.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang, entah anak, remaja, atau orang dewasa, pasti pernah mengantuk di siang hari. Orang dewasa mungkin mencoba melawannya dengan minum kopi. Namun terkadang secangkir kopi saja tidak cukup. Sesungguhnya hanya ada satu cara untuk mengobati kantuk tak tertahankan, yaitu tidur siang.

Tak hanya mengobati, tidur siang juga mendatangkan banyak kebaikan untuk tubuh. Berbagai penelitian telah membuktikannya. Penelitian di University of Michigan menemukan, tidur siang selama 60 menit membuat tubuh menjadi lebih tenang dan bisa menoleransi tekanan.

Penelitian lain yang tak kalah menarik di Inggris yang membandingkan antara tidur siang, penambahan durasi tidur malam, dan minum minuman berkafein. Ternyata tidur siang adalah cara paling efektif untuk mengatasi kantuk dan menurunnya konsentrasi.

Kualitas tidur ditentukan oleh pencapaian fase rapid eye movement (REM). Fase REM bisa diibaratkan sebagai proses membersihkan memori pada komputer. Pada fase ini, otak memproses memori baru yang didapat sepanjang hari. Otak memilah memori mana yang akan masuk ke dalam memori jangka panjang, dan yang tidak.

Tercapainya fase REM saat tidur akan membuat tubuh dan otak terasa segar saat bangun. Nah, hal inilah yang membuat tidur siang dapat meningkatkan produktivitas.

Supaya tidur siang lebih berkualitas dan dapat mencapai fase REM, disarankan tidur selama 20- 30 menit dengan batas maksimal 1 jam. Posisi dan situasinya pun harus tepat, yaitu merebahkan kepala dengan posisi nyaman dan di tempat yang sejuk serta redup.

Sungguh menarik, beberapa negara seperti Cina dan Jepang telah menjadikan tidur siang sebagai tradisi. Tradisi tidur siang di Cina bahkan dianggap serupa dengan hak. Sedangkan di Jepang, jam tidur siang sudah banyak terintegrasi dengan jam sekolah, sehingga para murid diwajibkan tidur siang bersama di sekolah.

Italia pun demikian. Tradisi tidur siang di Italia atau riposo dimulai pukul 1.30 hingga 2.30. Di jam tersebut, area pertokoan dan publik seperti museum tutup agar karyawannya bisa tidur siang.

Sayangnya, di Indonesia belum ada budaya tidur siang untuk para pelajar dan pekerja. Meski demikian, Anda bisa memanfaatkan istirahat jam makan siang untuk tidur. Tapi ingat, niatkan tidur siang dengan tujuan mengembalikan produktivitas kerja.

(BA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar