Sukses

Bunuh Diri Akibat Kebanyakan Kerja, Mungkinkah?

Beban kerja berlebih tentu dapat menyita waktu dan memicu kelelahan. Tapi, apakah ini bisa membuat orang bunuh diri?

Klikdokter.com, Jakarta Terlalu banyak bekerja akan membuat waktu luang untuk beristirahat berkurang. Begitu juga dengan kesempatan kumpul bersama keluarga dan teman-teman. Hal tersebut memang bisa membuat orang stres. Bahkan, tak jarang ada berita kasus bunuh diri karena beban kerja yang terlalu berat.

Umumnya, orang yang melakukan bunuh diri bukanlah tanpa sebab. Tindakan tersebut sering kali didahului oleh adanya depresi. Bagaimana mengenali gejalanya?

Gejalanya antara lain adanya rasa sedih, hilangnya minat, dan rasa lelah yang berkepanjangan. Bila berlangsung terus-menerus, depresi berat dapat memicu orang untuk bunuh diri.

Sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti di Yonsei University College of Medicine, Korea Selatan. Penelitian tersebut mencoba memelajari adanya hubungan antara beban kerja berlebih dan keinginan untuk bunuh diri. Hasilnya?

Jam kerja yang lebih lama berkaitan dengan keinginan bunuh diri yang lebih tinggi, baik pada wanita maupun pria. Keinginan untuk merenggut nyawa ini lebih terlihat pada kelompok sosio-ekonomi yang lebih rendah.

Dijelaskan pula bahwa depresi dapat timbul akibat tekanan pekerjaan yang berlangsung secara berlebihan dan persisten. Terutama jika orang tersebut tidak lagi mampu beradaptasi dengan keadaannya.

Meski terdapat kaitan antara beban kerja berlebih dan keinginan untuk bunuh diri, hubungan sebab-akibat antara dua hal tersebut belum dapat dipastikan. Namun, ini bisa menjadi pertimbangan untuk Anda.

Usahakan untuk tidak bekerja lembur. Batas jam kerja yang sehat adalah 39 jam per minggu. Lebih dari itu, kesehatan fisik dan mental Anda bisa terganggu.

Jika keluarga atau teman terindikasi depresi, segeralah berikan bantuan sebelum terlambat atau berujung pada tindakan bunuh diri. Dukungan dan perhatian Anda akan menyelamatkan jiwa.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar