Sukses

Menyingkap Bahaya di Balik Permainan Skip Challenge

Awas, permainan skip challenge bisa mengakibatkan anak meninggal dunia!

Klikdokter.com, Jakarta Baru- baru ini publik dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial tentang permainan baru bernama skip challenge. Bahkan permainan ini sedang banyak digandrungi oleh para remaja.

Permainan ini sebenarnya telah lama ada di belahan bumi lain. Seiring dengan perkembangan media sosial, kini permainan tersebut merambah ke Indonesia. Di Amerika Serikat sendiri, skip challenge lebih dikenal dengan sebutan passed out challenge.

Bagaimana cara memainkannya? Caranya, pertama- tama peserta diharuskan menghirup udara sebanyak mungkin. Setelah itu 2 sampai 3 orang akan menekan dada peserta sekuat- kuatnya hingga ia pingsan.

Terlihat sederhana? Hati- hati, akibatnya tak sesederhana itu! Salah- salah, nyawa bisa melayang. Bahkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sepanjang tahun 1995- 2007, sebanyak 82 anak berusia di bawah 18 tahun meninggal karena permainan ini.

Oleh sebab itu, permainan ini tidak dianjurkan karena sangat menyebabkan kematian. Tapi, sebenarnya apa yang membuat permainan skip challenge sangat berbahaya?

Inilah penjelasan para ahli:

  • Mendorong dada dengan tekanan berlebih dapat menyebabkan kurangnya oksigen ke dalam paru-paru. Hal ini membuat oksigen tidak dapat masuk ke dalam sirkulasi darah.

    Penurunan kadar oksigen akan meningkatkan kadar karbondioksida. Akibatnya, setelah ditekan dalam waktu yang lama, orang tersebut akan bernafas dengan cepat dan memicu terjadi peningkatan tekanan darah. Risikonya, terjadi gangguan jantung.

  • Organ tubuh bernama otak merupakan jaringan yang sangat membutuhkan oksigen. Kurangnya oksigen ke daerah tersebut akan membuat seseorang kehilangan kesadaran.

    Bahkan tak hanya itu, jika kekurangan oksigen, otak juga bisa megalami kerusakan. Sel– sel otak akan mengalami kerusakan jika tidak mendapatkan oksigen selama 4 menit.

  • Permainan ini juga dapat membuat peserta mengalami kejang otot. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kadar oksigen ke jaringan otot, hal ini yang menyebabkan tejadinya reaksi kejang otot.

Banyak remaja menikmati sensasi permainan yang sedang tren tanpa mengetahui bahayanya. Karena itu, tugas orangtua dan orang dewasa pada umumnya untuk mengedukasi hal tersebut –seperti permainan skip challenge. Mari lindungi generasi penerus bangsa dari pengaruh negatif yang dapat mengancam sewaktu-waktu.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar