Sukses

Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

Jika ingin bayi tidur dengan nyaman, orang tua perlu memperhatikan posisi tidur si Kecil. Cari tahu posisi tidur bayi yang benar di sini!

Posisi tidur bayi sering menjadi pertanyaan para orang tua. Meski sejak dulu kebanyakan bayi ditidurkan telentang, tapi banyak orang tua khawatir kalau kepala bayinya bisa menjadi peyang (datar di satu sisi).

Di sisi lain, bayi yang tidur tengkurap umumnya terlihat lebih nyenyak saat tidur. Namun, tetap saja ada kekhawatiran lain dengan menidurkan bayi dalam posisi ini. Sebenarnya, bagaimana posisi tidur bayi yang terbaik?

1 dari 4 halaman

Posisi Tidur yang Baik untuk Bayi

Membiarkan bayi tidur telentang jelas lebih aman daripada tidur tengkurap. Tidur tengkurap akan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), dan ini rentan terjadi karena bayi mudah berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), posisi tidur bayi yang terbaik adalah telentang. AAP menganjurkan agar bayi dibiasakan tidur telentang, setidaknya hingga usia satu tahun. 

Artikel lainnya: Posisi Tidur yang Tepat untuk Bayi yang Sakit Pneumonia

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya SIDS. Di banyak negara, jumlah kematian bayi karena SIDS menurun dengan menerapkan aturan tidur telentang pada bayi.

SIDS adalah penyebab utama kematian pada bayi berusia antara 1 bulan dan 1 tahun. Di Amerika Serikat, sekitar 3.500 bayi mengalami SIDS setiap tahunnya.

Sebenarnya, tidur tengkurap bukan satu-satunya faktor. Risiko SIDS juga meningkat apabila:

  • Ibu merokok selama kehamilan atau bayi berada di sekitar perokok pasif setelah lahir
  • Bayi lahir prematur 
  • Bayi tidur di ranjang yang sama dengan orang tuanya
  • Bayi tidur di kursi mobil atau sofa
  • Orang tua minum alkohol atau menyalahgunakan narkoba
  • Bayi diberi susu lewat botol dan bukan ASI
  • Ada selimut atau mainan di dalam genggaman bayi ketika tidur
2 dari 4 halaman

Tidur Telentang Mencegah Bayi Tersedak?

Ya, hal ini benar. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidur telentang memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami tersedak. 

Hal ini dikarenakan bayi lebih mampu membersihkan saluran udara mereka saat tidur telentang. Bayi juga memiliki refleks otomatis yang membuat mereka batuk, menelan ludah atau bersendawa, bahkan ketika tidur. Karena itu, orang tua tidak perlu khawatir bayi akan tersedak saat tidur telentang. 

Artikel lainnya: Benarkah Bayi Tak Perlu Tidur Menggunakan Bantal?

Risiko Tortikolis pada Bayi 

Apa itu tortikolis? Ini mungkin terdengar asing, tetapi jika Anda pernah terbangun dengan keseleo di leher karena tertidur dalam posisi tidak benar, maka itulah yang disebut tortikolis. Sayangnya, bayi yang baru lahir juga bisa mengalami hal ini jika posisi tidurnya kurang tepat.

Tortikolis dapat terjadi sejak lahir (karena posisi dalam rahim), tetapi dapat berkembang hingga 3 bulan kemudian. Jika dialami setelah lahir, tortikolis bisa terjadi karena bayi Anda lebih banyak tidur posisi miring.

Tanda tortikolis pada bayi bisa berupa:

  • Memiringkan kepala ke satu arah
  • Lebih suka menyusui di satu sisi saja
  • Hanya menggerakkan mata mereka untuk melihat ke arah belakang atau samping, padahal bisa memutar kepala untuk mengikuti Anda
  • Tidak dapat memutar kepala sepenuhnya

Artikel lainnya: Pola Tidur yang Tepat untuk Bayi Anda

3 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Variasi Posisi Tidur Lain?

Terkadang orang tua khawatir jika bayi selalu tidur dalam posisi telentang, maka bentuk kepalanya kelak menjadi gepeng atau peyang.  

Untuk mencegah kepala bayi menjadi peyang bila tidur telentang, biasakan untuk memindahkan posisi kepalanya sedikit menoleh ke kanan atau kiri setiap 1-2 jam. Hindari menidurkan bayi dalam posisi kepala yang sama terus-menerus.

Sementara itu, posisi tengkurap sebetulnya boleh saja dilakukan asalkan hanya sesekali dan harus dalam pengawasan orang tua. Posisi ini juga sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah mampu membolak-balikkan badannya sendiri. 

Pastikan juga gerakan dadanya tetap teratur saat bernapas. Jauhkan dari bantal, selimut, atau benda-benda yang dapat menutupi hidungnya saat tidur tengkurap.

Tidur telentang telah terbukti sebagai posisi tidur yang terbaik untuk bayi. Posisi tidur ini dapat mencegah SIDS atau ketidaknyamanan pada leher, seperti tortikolis. Tidur miring biasanya aman setelah bayi Anda berusia lebih dari 4 hingga 6 bulan, dan bisa berguling sendiri setelah diletakkan telentang. 

Jadi selalu posisikan bayi Anda untuk tidur telentang sampai usia 1 tahun, demi keamanan buah hati Anda. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar posisi tidur bayi yang aman, Anda dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar