Sukses

Babymoon, Perlu atau Tidak?

Kenali lebih jauh soal babymoon dan manfaatnya bagi wanita hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Babymoon adalah bulan madu yang dilakukan sebelum melahirkan. Istilah tersebut dikenalkan pertama kali oleh Sheila Kitzinger, seorang penulis dan aktivis persalinan asal Inggris, pada bukunya “The Year After Childbirth” (1994).

Kitzinger mendefinisikan babymoon sebagai periode (beberapa minggu pertama) setelah bayi lahir. Pada periode ini, kedua orangtua menghabiskan waktu bersama bayi untuk membentuk ikatan sebagai keluarga baru.

Namun, istilah babymoon ini mengalami perubahan sekitar tahun 2000-an. Tepatnya sejak digunakan oleh sejumlah majalah pop-culture. Sejak saat itu babymoon dikaitkan sebagai kegiatan bermesraan para pasangan sebelum bayi lahir.

Mengacu pada Kitzinger, babymoon saat awal kelahiran penting untuk membentuk hubungan orangtua dan bayi pada bulan-bulan pertama. Aktivitas ini akan membangun hubungan menyusui yang kuat, memfasilitasi ikatan batin, dan memungkinkan tubuh ibu untuk sembuh dari proses melahirkan.

Penelitian menunjukkan bahwa kontak kulit-ke-kulit dengan bayi tidak hanya dapat mempererat ikatan, tetapi juga memengaruhi keberhasilan proses menyusui. Selain itu, juga dapat membantu denyut jantung dan tekanan darah bayi lebih stabil. Bayi pun menjadi lebih jarang menangis.

Sedangkan babymoon dalam artian liburan sebelum bayi lahir juga memberikan banyak manfaat bagi calon orangtua. Anda bisa bersantai dan menghabiskan waktu berduaan yang berkualitas sebelum bertransformasi menjadi orangtua.

Apalagi, banyak pasangan yang cemas jika hubungan mereka tidak akan sama lagi setelah mendapat tanggung jawab baru. Nah, babymoon ini bisa dijadikan momen untuk bermesraan sepuasnya sebelum disibukkan oleh kegiatan menyusui dan mengganti popok.

Siap untuk babymoon? Persiapkan kondisi fisik dan mental Anda sebelum berlibur. Jika perlu, diskusikan dengan dokter kandungan Anda terlebih dahulu. Selamat babymoon bersama pasangan tercinta!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar