Sukses

Bolehkah Mengganti Nasi dengan Salad Saat Diet?

Mengganti nasi dengan salad ternyata tidak menjadi jaminan program diet akan berjalan sukses. Kok bisa?

Klikdokter.com, Jakarta Nasi merupakan makanan pokok orang Indonesia. Namun, hal ini tidak berlaku bagi orang yang sedang menjalani program diet. Sebagai pengganti nasi, para pelaku diet biasanya lebih suka mengonsumsi salad.

Salad terdiri dari buah-buahan atau sayur-sayuran yang dapat ditambah dengan dressing tertentu. Dressing yang ditambahkan bisa mayonnaise, minyak zaitun, dan beberapa kreasi dressing lain. Pada salad juga biasanya ditambahkan sumber protein seperti daging, ikan salmon, tuna, dan telur.

Salad sebenarnya merupakan makanan sehat untuk dikonsumsi. Akan tetapi, mengonsumsi salad tidak menjadi jaminan program diet Anda akan berjalan sukses.

Pasalnya, salad dan dressing seperti mayonnaise, jika dikonsumsi bersamaan ternyata memiliki kandungan kalori yang tinggi. Berkisar antara 100-200 kalori atau setara dengan satu mangkuk nasi ukuran 150 gram sebesar 206 kalori

Jika kebutuhan per hari 2000 kalori, maka kebutuhan karbohidrat per hari sebesar 900 kalori. Sementara kebutuhan karbohidrat harian yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan energi sebesar 45-65% dari kebutuhan kalori total.

Saat menurunkan berat badan, sebenarnya Anda hanya perlu mengurangi setengah porsi nasi. Anda bisa mengganti nasi dengan sumber karbohirdrat lainnya seperti sereal, beras merah, jagung, singkong, ubi, kentang, susu, dan buah-buahan.

Mengganti nasi dengan salad boleh-boleh saja, asalkan kandungan karbohidrat tetap terpenuhi. Dan ingat, diet akan mustahil jika tidak diimbangi dengan olahraga teratur.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar