Sukses

Manfaat Co-Sleeping bagi Bayi dan Orangtua

Co-sleeping diyakini memberikan banyak manfaat bagi bayi dan orangtua. Apa saja dampak positifnya?

Klikdokter.com, Jakarta Praktik co-sleeping atau tidur bersama bayi banyak diterapkan oleh para orangtua. Mungkin Anda salah satunya.

American Academy of Pediatrics, organisasi dokter anak Amerika, menyarankan agar bayi dan orangtua tidur dalam kamar yang sama selama enam bulan pertama. Lebih baik lagi bila mencapai setahun pertama kehidupan bayi.

Perlu diingat, yang disarankan adalah tidur di kamar yang sama, tetapi tidak di kasur yang sama. Bayi dapat diletakkan di tempat tidurnya sendiri di kamar Anda.

Co-sleeping ini dianggap dapat mempermudah proses menyusui ASI eksklusif. Orangtua juga bisa lebih mudah mengawasi bayinya, sehingga risiko sudden infant death syndrome (SIDS) menjadi lebih kecil.

SIDS adalah kematian tiba-tiba pada bayi yang tidak diketahui penyebabnya walaupun telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan tempat kejadian, autopsi, dan riwayat penyakit.

Selain itu, co-sleeping juga dapat menyambung kedekatan batin antara bayi dan orangtua. Apalagi bagi orangtua yang bekerja, yang merasa kesulitan bonding dengan bayinya pada siang hari. Nah, tidur bersama pada malam hari dapat menjadi bentuk kompensasi waktu yang hilang tersebut.

Meski terdapat beberapa keuntungan dari co-sleeping, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik. Jika Anda tidur di kamar yang sama dengan bayi, hindarilah merokok walaupun merokok tidak dilakukan di kamar atau rumah sekalipun.

Hal ini dikarenakan racun dari asap rokok dapat menempel di badan, baju, dan tangan. Supaya aman, cucilah tangan dan ganti pakaian terlebih dulu sebelum menyentuh bayi.

Demikianlah manfaat co-sleeping bagi bayi dan orangtua. Co-sleeping ini sebaiknya dilakukan hingga bayi berusia satu tahun. Setelah bayi lebih tua, Anda dapat mempertimbangkan untuk tidur di kamar masing-masing.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar