Sukses

Sering Buang Air Kecil di Tengah Malam, Normalkah?

Buang air kecil di tengah malam sebenarnya normal. Namun, bagaimana jika terjadi berkali- kali?

Klikdokter.com, Jakarta Bangun tengah malam untuk buang air kecil kadang memang bikin repot. Mungkin Anda mengalami ini sesekali saja (dan ini normal). Namun, ada beberapa orang yang mengalaminya setiap hari, bahkan sampai terbangun beberapa kali. Kondisi ini dinamakan nokturia.

Nokturia bisa terjadi pada pria maupun wanita. Nokturia juga dapat mengganggu waktu tidur dan kualitas hidup penderitanya. Hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan nokturia ini?

  • Poliuria

    Poliuria adalah produksi urine yang berlebih, melebihi 2 liter per hari. Keadaan ini bisa disebabkan karena banyak minum maupun penyakit diabetes.
  • Nokturnal poliuria

    Nokturnal poliuria adalah produksi urine berlebih pada malam hari. Keadaan ini bisa disebabkan karena penyakit gagal jantung, pembengkakan pada ekstremitas bawah, beberapa jenis obat-obatan (diuretik, fenitoin, lithium, dll), dan minum yang banyak sebelum tidur.

  • Kapasitas kandung kemih yang rendah pada malam hari

    Pada kelompok ini bisa saja produksi urine tidak berlebih, tetapi daya tampung kandung kemih pada malam hari lebih rendah daripada jumlah urine yang diproduksi. Hal ini bisa disebabkan oleh sumbatan pada kandung kemih, seperti pada pembesaran prostat, infeksi kandung kemih, dan keganasan pada kandung kemih.

  • Campuran nokturnal poliuria dan kapasitas kandung kemih rendah pada malam hari

    Dapat merupakan campuran dari kedua poin yang dijelaskan di atas.

Jadi, nokturia bisa disebabkan oleh penyakit ataupun keadaan normal seperti banyak minum. Namun, jika benar-benar telah mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, segeralah temui dokter.

Dokter akan membantu menetapkan diagnosis penyebab nokturia, sehingga dapat diketahui apakah nokturia ini termasuk normal atau tidak. Pada umumnya, Anda akan diminta membuat voiding diary atau buku harian berkemih. Di dalamnya Anda harus mencatat hal-hal terkait, seperti jumlah frekuensi buang air kecil, jumlah urine setiap kali buang air kecil, adanya obat-obatan yang diminum, dan keluhan yang dirasakan.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar