Sukses

Wanita Hamil Dilarang Menggunakan Kuteks, Mitos atau Fakta

Konon, wanita hamil dilarang menggunakan kuteks. Simak ulasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit orang yang menganggap penggunaan kuteks pada wanita hamil akan mengganggu perkembangan janin serta menyebabkan kecacatan. Bahkan dapat mengakibatkan keguguran.

Ketahuilah, perkembangan janin dalam kandungan memang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam tubuh sang ibu maupun faktor lingkungan. Paparan berbagai bahan kimia juga harus menjadi perhatian khusus, termasuk yang ada pada kuteks.

Lantas, bagaimana pandangan medis terhadap penggunaan kuteks pada ibu hamil ini?

Kandungan bahan kimia
Apa saja bahan yang terdapat dalam kuteks? Dalam sebotol kuteks, terkandung pewarna, air, minyak, dan bahan tambahan berupa formaldehida serta toluene.

Formaldehida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membantu mengeraskan struktur kuteks setelah kering. Sedangkan toluene adalah bahan kimia yang fungsinya menghaluskan tekstur cairan saat dioleskan di atas kuku.

Menghirup kedua bahan ini dalam jangka panjang memang terbukti dapat mengganggu kesehatan tubuh bagi wanita hamil. Bagian yang terpengaruh khususnya mata, hidung, tenggorokan, dan paru- paru.

Penggunaan kuteks selama hamil

Formaldehida dan toluene terbukti berbahaya bila digunakan secara berlebihan. Tapi, perlu diingat bahwa kadar formaldehida maupun toluene pada kuteks terbilang sangat rendah. Jadi kecil kemungkinannya berpengaruh pada janin yang dikandung ibu hamil.

Hal tersebut turut dibuktikan dari penelitian oleh Gallichio pada tahun 2010. Penelitian tersebut menegaskan bahwa tidak ada pengaruh bermakna penggunaan kosmetik, termasuk kuteks pada kehamilan.

Pengaruh formaldehida dan toulene ini perlu diwaspadai hanya bila kuteks dioleskan setiap hari. Atau pada para pekerja di salon yang sepanjang jam kerja terpapat lekat dengan bahan kimia tersebut.

Anda masih belum yakin atas hasil penelitian tersebut dan tetap ingin mengenakan kuteks selama hamil? Sebaiknya pilih kuteks yang bebas formaldehida dan toluene. Beberapa produk kuteks yang tersedia di pasaran terbukti bebas dari kedua bahan kimia tersebut.

Agar paparan bahan kimia dalam kuteks terjaga minimal, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan ibu hamil. Misalnya: menggunakan kuteks hanya sesekali, tidak dalam frekuensi yang sering, mengoleskan kuteks di ruangan yang terbuka dengan ventilasi ruangan yang baik.

Jauhkan kuku- kuku dari hidung selama proses pengeringan. Biarkan kuteks kering dengan cara alami dan bukan ditiup. Peniupan akan mendekatkan kuteks pada hidung, dengan demikian bahan kimia berpotensi terhirup lebih banyak.

Jadi, anggapan wanita hamil dilarang menggunakan kuteks tidaklah sepenuhnya benar. Beberapa catatan di atas, dapat Anda jadikan panduan. Anda tetap tampil cantik dan kehamilan pun terjaga dengan baik.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar