Sukses

7 Hal yang Perlu Anda Ketahui Dalam Membesarkan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Penting bagi setiap anak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin tak terkecuali pada anak dengan kelainan jantung bawaan. Beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan bagi orang tua dengan anak memiliki kelainan jantung, berikut penjelasan dr. Anita Amalia Sari disini.

Klikdokter.com - Anak merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap pasangan. Merawat dan membesarkan anak memang susah-susah gampang namun hal tersebut dapat menjadi pengalaman indah yang tak tergantikan. Penting bagi setiap anak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin tak terkecuali pada anak dengan kelainan jantung bawaan.

Beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan bagi orang tua dengan anak memiliki kelainan jantung:

1.Rutin Periksakan Anak ke Dokter Spesialis Jantung Anak

Sebagian besar anak dengan PJB membutuhkan pemeriksaan periodik jantung. Pada anak yang baru saja terdiagnosis dan menjalani operasi kontrol akan lebih sering (setiap minggu, bulan) lalu bertahap menjadi lebih jarang. Anak dengan kondisi ringan biasanya hanya butuh control setiap 1 hingga 5 tahun. Serangkainan tes berkala dapat dilakukan bergantung dengan kondisi anak Anda. Tes tersebut antara lain rekam jantung (EKG), USG jantung, rontgen dada, MRI/CT scan jantung, stress test, kateterisasi, dan lain sebagainya.

2.Mencegah Infeksi

Anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB) rentan terkena infeksi. Infeksi yang dapat terjadi dan cukup membahayakan adalah endokarditis infektif, yaitu infeksi pada jaringan yang melapisi katup dan ruang jantung. Anak dengan PJB harus menjaga kebersihan gigi dan rongga mulutnya, pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi sangat dianjurkan. Infeksi gigi merupakan salah satu rute masuknya kuman penyebab endokarditis. Diskusikan dengan dokter yang menangani anak Anda apakah anak Anda membutuhkan antibiotik untuk pencegahan atau tidak karena tidak semua kondisi PJB membutuhkan antibiotik pencegahan.

1 dari 3 halaman

Hal Penting Dalam Membesarkan Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan

3. Aktivitas Fisik

Sebagian besar anak dengan PJB dapat tetap aktif dalam beraktivitas dan tidak memerlukan batasan. Faktanya, dokter spesialis jantung anak akan menyarankan anak untuk tetap aktif secara fisik untuk menjaga kesehatan jantungnya, meningkatkan fungsi dan kapasitas paru, meningkatkan imunitas serta mencegah obesitas. Aktivitas fisik yang menyehatkan termasuk berenang santai, bersepeda santai, berlari atau berjalan cepat dan bermain tenis. Namu perlu diperhatikan, segera stop aktivitas fisik bila anak Anda mengalami hal-hal di bawah ini:

  • Anak mengatakan pusing atau ingin pingsan
  • Anak “kehabisan” napas hingga sulit berbicara
  • Anak merasa berdebar-debar
  • Anak menjadi pucat
  • Anak mengeluh sangat lelah
  • Anak menjadi biru (bila termasuk PJB sianotik)
  • Anak mengalami gejala baru atau tidak biasa ketika melakukan aktivitas fisik dan sesaat setelahnya

Hindari aktivitas fisik yang membutuhkan anak untuk menahan napas seperti sit up, push up, menyelam, angkat beban. Selain itu hindari pula aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Pada beberapa PJB tertentu dokter spesialis jantung anak akan menyarankan untuk menghindari aktivitas fisik berat dan beregu yang kompetitif dan menegangkan. Diskusikan dengan dokter yang menangai anak Anda mengenai batasan aktivitas fisik bagi anak Anda karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda.

4. Perkembangan, Pendidikan & Masa Depan

Bayi dan anak penderita PJB mungkin mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan kesulitan belajar. Hampir semua anak dengan PJB dapat bersekolah di sekolah regular. Sebagian besar anak tidak memiliki keterbatasan fisik dan mental sehingga dapat mengikutipelajaran yang diberikan di sekolah. Komunikasikan mengenai penyakit yang diderita anak Anda kepada wali kelas atau guru yang mendampingi di sekolah.

Tidak perlu khawatir, saat ini banyak penderita PJB yang bertahan hidup hingga dewasa dan dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta mendapatkan pekerjaan yang layak. Ada dari mereka yang bekerja sebagai dokter, dokter gigi, pegawai bank, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan pada anak dengan kondisi khusus seperti terpasang alat penyadap jantung, pada anak tersebut sebaiknya pekerjaan yang berhubungan dengan listrik dan gelombang elektro dapat dihindari. Anda dapat pula mendiskusikan mengenai hal ini degan dokter yang menangani anak Anda.

2 dari 3 halaman

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Membesarkan Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan

5. Makanan & Nutrisi

Beberapa bayi dan anak yang menderita PJB tidak dapat tumbuh dan berkembang secepat anak lainnya. Anak akan merasa mudah lelah ketika makan akibat jantung anak harus memompa lebih kencang dari normal akibat kelainan jantung sehingga anak cenderung makan lebih sedikit dan tidak mendapat kalori yang cukup untuk tubuhnya. Anak akan terlihat lebih kecil dan kurus dibadingkan dengan anak seumurannya. Untuk mengakalinya Anda dapat memberikan makanan sedikit tetapi sering sehingga anak Anda tidak terlalu lelah ketika mengunyah. Pada anak yang sudah dioperasi biasanya kondisi ini akan membaik. Pastikan anak mendapat nutrisi yang baik untuk menunjang tumbuh kembangnya.

6. Dukungan Emosional

Dengan semakin beranjak dewasanya anak, beberapa anak akan mulai merasa rendah diri. Mereka bisa saja mendapatkan bekas luka jahitan bekas operasi di dada, tubuh terlihat lebih kecil dibandingkan teman seusianya atau memiliki batasan aktivitas fisik. Sebagian besar anak dapat beradapatsi dan menerima kondisinya, tetapi beberapa anak dengan kondisi serius trkadang cukup sulit untuk merasa “normal”. Dukungan Anda sebagai orang tua sangat dibutuhkan pada fase ini terutama saat anak mulai beranjak menjadi remaja.

7. Rekam Medis

Beberapa orang berpikir bahwa setelah menjalani operasi PJB anak tidak perlu melakukan control ke dokter saat dewasa. Mereka tidak menyadari bahwa penting sekali untuk tetap rutin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung meski anak sudah beranjak dewasa untuk menjaga kesehatan. Beberapa anak yang sudah menjadi dewasa tidak mengetahu penyakit jantung yang dideritanya. Mereka harus mengetahui tentang perjalanan penyakit dan pengobatan yang pernah dan sedang di konsumsinya. 

1 Komentar

  • Irdha Iccank

    Dokter saya mau tanya.. Apakah pemasangan alat yang dipaha pada anak yang punya penyakit jantung bawaan (PDA) sudah termasuk tindakan operasi??