Sukses

Ini Mitos Kebersihan Makanan yang Salah

Kebersihan makanan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Namun, ada banyak mitos menyesatkan terkait kebersihan makanan yang beredar. Simak faktanya di sini.

Masih banyak mitos yang salah saat mengolah atau menyimpan makanan. Padahal, mempercayai mitos tersebut bisa menimbulkan dampak besar bagi kesehatan.

Salah-salah menyimpan atau membersihkan makanan, Anda bisa saja terinfeksi bakteri penyebab penyakit.

Bahkan, mengolah makanan dengan cara yang salah dapat menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, ketahui beberapa mitos serta fakta kebersihan makanan di bawah ini.

1 dari 5 halaman

1. Bila Tidak Berbau dan Masih Terasa Enak, Makanan Tersebut Masih Aman

Tidak semua mikroorganisme jahat menyebabkan perubahan bau dan rasa di dalam makanan yang sudah disimpan beberapa saat.

Biasanya, bakteri, virus, atau parasit yang mencemari makanan tidak langsung membuat perubahan berarti. Kendati demikian, mikroorganisme tersebut tetap bisa membuat Anda mengalami keracunan makanan.

Maka itu, pelajari cara menyimpan makanan sesuai jenisnya. Pastikan Anda menyimpan makanan di wadah kedap udara dan letakkan di dalam kulkas dengan suhu tepat. Hindari mendiamkan atau menyimpan makanan secara terbuka.

Sebelum disantap, Anda juga harus selalu memanaskan makanan terlebih dahulu, ya. Tujuannya agar kuman dan bakteri penyebab penyakit bisa mati, makanan pun jadi terasa lebih nikmat saat dikonsumsi.

2. Daging Mentah Harus Selalu Dicuci

Mitos tentang kebersihan makanan yang satu ini kedengarannya memang masuk akal. Sebab, daging mentah biasanya memang masih mengandung bakteri berbahaya.

Akan tetapi, mencuci daging mentah justru dapat menyebabkan bakteri menyebar kemana-mana, lho.

Begini, bakteri dari daging mentah dapat tersebar ketika Anda mencucinya di bawah air mengalir. Percikan air dari cucian daging umumnya dapat membawa serta menyebarkan bakteri ke alat masak yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, perhatikan cara Anda membersihkan daging mentah. Usahakan tidak menghasilkan percikan air saat mencuci daging.

Artikel Lainnya: 10 Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Wanita

2 dari 5 halaman

3. Hanya Daging yang Menyebabkan Keracunan Makanan

Daging hewan memang bisa menyebabkan keracunan makanan, terutama jika dimasak kurang matang. Akan tetapi, sayuran hijau yang dikonsumsi mentah juga berisiko menyebabkan hal serupa.

Sayuran bisa terkontaminasi oleh bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, sayuran umumnya sering terpapar dengan zat pestisida.

Oleh karena itu, bersihkan sayur, cuci dengan air mengalir, dan keringkan. Anda juga dapat memilih sayuran organik untuk menghindari paparan zat pestisida. 

4. Makan yang Jatuh Belum Sampai 5 Detik Aman Dikonsumsi

Saat makanan terjatuh ke lantai, kita sering mendengar ucapan “Nggak apa-apa, belum lima detik”. Lantas, kita pun dianggap boleh mengambil dan mengonsumsi makanan yang jatuh tersebut.

Sayangnya, hal ini adalah mitos. Faktanya, bakteri jahat bisa tersebar di mana saja, termasuk di lantai.

Beberapa penelitian juga mengatakan, makanan yang sudah jatuh dalam kurun waktu kurang dari lima detik tetap bisa terkontaminasi bakteri.

Untuk itu, makanan yang sudah jatuh ke lantai sebaiknya dibuang dan tidak usah dikonsumsi lagi.

Artikel Lainnya: Awas, Makanan Ini Buruk untuk Kesehatan Rambut!

3 dari 5 halaman

5. Makanan Harus Didinginkan Sebelum Masuk Kulkas

Mitosnya, makanan yang masih panas harus dibuat “adem” dulu sebelum disimpan dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Mitos ini terjadi karena beberapa orang percaya suhu panas dari makanan dapat merusak kulkas.

Selain itu, katanya makanan bisa ditumbuhi bakteri dan menyebar ke makanan lain yang ada di dalam kulkas. Ini adalah mitos kebersihan makanan yang salah, ya.

Sebenarnya, mendinginkan makanan di suhu ruangan bisa membuat bakteri masuk dan menyebar ke dalamnya.

Oleh karena itu, sebaiknya langsung simpan makanan ke kulkas. Jangan biar makanan didiamkan atau berada di luar kulkas selama lebih dari dua jam.

6. Buang Makanan yang Terdapat Jamur Saja, Sisanya Masih Aman Dikonsumsi

Roti adalah makanan yang paling sering ditemukan berjamur. Jamur tersebut biasanya tidak langsung menutupi seluruh bagian roti.

Banyak yang percaya bahwa bagian roti atau makanan lain yang tidak berjamur masih aman dimakan. Hal ini tidaklah benar.

Jika sudah muncul jamur, Anda tidak boleh mengonsumsi makanan tersebut walaupun masih ada bagian yang kelihatan bersih. Pasalnya, jamur sudah menyebar ke seluruh makanan tapi memang tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Artikel Lainnya: Waspada, Inilah Makanan yang Menurunkan Kekebalan Tubuh Anda!

4 dari 5 halaman

7. Mencairkan Makanan Beku Bisa Dengan Disimpan di Suhu Ruangan

Beberapa jenis makanan memang harus disimpan di freezer agar tak cepat basi. Sebelum diolah atau dihangatkan, makanan tersebut biasanya dicairkan dulu dengan cara didiamkan di suhu ruangan.

Sayangnya, hal itu adalah cara yang salah. Bakteri jahat umumnya terdapat di suhu ruangan.

Lalu, mencairkan makanan beku di suhu ruangan pastinya membutuhkan waktu berjam-jam. Cara ini justru membuat bakteri memiliki banyak waktu untuk berkembang biak dan mengontaminasi makanan yang sedang dicairkan.

Sebaiknya pindahkan makanan beku ke suhu lemari es biasa agar bisa cair perlahan. Menyimpan di lemari es biasa tidak membuat bakteri tumbuh lebih banyak dan membuat makanan jadi lebih aman dikonsumsi.

Itulah beberapa mitos tentang kebersihan makanan yang harus diluruskan dengan fakta. Ikuti saran di atas agar kebersihan makanan terjaga baik dan keracunan makanan bisa dihindari.

Apabila masih ada yang ingin ditanyakan tentang tips sehat lainnya, jangan ragu konsultasi dengan dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

1 Komentar