Sukses

Awas, Jamu yang Mengandung Steroid Sebabkan Katarak!

Ada yang bilang, minum jamu malah menimbulkan penyakit baru bukan malah menyehatkan. Benarkah demikian? Simak penjelasan dr. Adithia Kwee bagaimana jamu yang mengandung steroid di pasaran dapat mengakibatkan katarak dan bahaya kesehatan lainnya disini.

Klikdokter.com - Bagi masyarakat Indonesia, minum jamu bukan lagi hal yang aneh. Sejak jaman dahulu, masyarakat Indonesia banyak yang sering membuat jamu sendiri untuk dikonsumsi. Negara Indonesia yang kaya akan rempah-rempah membuat Indonesia memiliki bahan baku jamu yang luar biasa banyak dan mudah didapatkan.

Rempah-rempah seperti jahe, kencur, temulawak, dan masih banyak lagi memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Jamu-jamu tradisional dikonsumsi guna menyegarkan tubuh, menyembuhkan penyakit, hingga menambah vitalitas. Namun, kini sering mulai terdengar berita miring mengenai kegunaan jamu. Ada yang bilang, minum jamu malah menimbulkan penyakit baru bukan malah menyehatkan. Benarkah demikian?

 

Bahaya Steroid Pada Kesehatan

Jamu tradisional yang benar-benar diolah dari rempah-rempah tersebut tentu tidak diragukan lagi khasiatnya. Namun lain halnya dengan jamu-jamu kemasan yang mengandung steroid. Terdapat beberapa produksi jamu di kalangan masyarakat yang ternyata menggunakan steroid. Bila jamu tersebut dikonsumsi dalam jangka waktu lama tentunya dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Penggunaan steroid dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan berbagai macam organ. Salah satu yang berdampak serius adalah terhadap mata. Konsumsi steroid dapat menyebabkan terjadinya katarak pada mata. Pada katarak akibat steroid, akan terjadi kekeruhan pada lensa mata sehingga akan mengganggu penglihatan dan jalan satu-satunya untruk mengatasi katarak adalah dengan jalan operasi.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi jamu. Hal yang paling bagus adalah mengkonsumsi jamu yang Anda olah sendiri sehingga tidak diragukan lagi kandungannya.

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami. Salam hidup sehat![](AK)

 

Baca juga:
 
Ditulis oleh:
dr. Adithia Kwee
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com

0 Komentar

Belum ada komentar