Sukses

3 Cara Lindungi Si Kecil dari Ancaman Kekerasan

Dalam kurun waktu satu bulan saja, ada begitu banyak kasus kekerasan anak, itu yang muncul ke permukaan media, belum lagi yang tidak dilaporkan, kekerasan ini terjadi di lingkungan yang justru menjanjikan ?rumah? kedua bagi si anak. Miris. Simak tips berikut ini dari dr. Adithia Kwee yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah kekerasan pada anak.

Klikdokter.com - Dalam kurun waktu satu bulan saja, ada begitu banyak kasus kekerasan anak, itu yang muncul ke permukaan media, belum lagi yang tidak dilaporkan, kekerasan ini terjadi di lingkungan yang justru menjanjikan ‘rumah’ kedua bagi si anak.

Ironis memang. Tiga kasus terakhir yang disorot antara lain, kasus pelecehan seksual di JIS, kasus kekerasan yang membunuh Dimas di STIP, dan yang terakhir seorang bocah kelas 5 SD yang dibunuh seniornya (kelas 6 SD) karena tak sengaja menumpahkan es seharga 1000 rupiah.

Belum lama kita memperingati momentum Hari Keluarga Mei lalu, mari kita tinjau kembali peranan kita sebagai keluarga, supaya kita tahu betul setiap jejak pertumbuhan anak-anak kita dimana pun mereka berada. Berikut ini kami sajikan tips untuk memantau anak Anda, ketika Anda sebagai orang tua tidak bisa 7x24 jam berada di sisinya. 

1. Seks Edukasi

Bagaimana anak Anda membawa dirinya keluar rumah mencerminkan apa yang dipelajarinya di rumah, jadi pastikan Anda mengarahkan anak Anda dengan tepat, karena keluarga sesungguhnya institusi pendidikan pertama bagi si anak. Pendidikan disini termasuk edukasi seksual, janganlah menganggap tabu pembicaraan mengenai alat kelamin dan fungsi seksual anak Anda. Ketika ia memasuki masa puber, cepat atau lambat ia akan menyadari perubahan pada dirinya, lalu berusaha mencari tahu. Nah dari siapa si anak mendapat informasi yang akan menentukan kejadian berikutnya, alangkah baiknya jika ia mendengar langsung dari Anda

2. Teliti Pada Perilaku

Perhatikan tingkah laku anak Anda, jangan lengah terhadap perubahan sekecil apapun dari gerak-geriknya. Salah satu tanda si anak mengalami kekerasan (termasuk kekerasan seksual) adalah sikapnya yang menjadi lebih diam, tiba-tiba jadi pemurung, dan sifat-sifat yang di luar kebiasaannya. Sebagai orang tua ada baiknya Anda menggali secara dalam dan mengajak anak Anda bicara, dan pastikan ia menyadari bahwa ia boleh bicara sebebas-bebasnya dengan Anda, tanamkan rasa percaya itu dalam dirinya. (Baca: Pendidikan Seksual Pada Anak, Apa Saja dan Seberapa Penting?)

3. Investasikan waktu Anda.

Setiap orang punya kesibukan, namun menciptakan ruang di antara waktu yang sempit itu untuk menikmati waktu berkualitas bersama buah hati adalah sebuah pilihan. Jadikan hal ini prioritas karena orang tua dan anak sesungguhnya tidak bisa dengan sendirinya menjadi dekat, perlu ada ‘bonding time’ yang disengaja agar anak Anda tetap percaya kepada Anda lebih dari teman-teman di lingkungannya.

Setidaknya 3 tips di atas dapat membantu Anda memulai memiliki waktu berkualitas bersama anak Anda, prioritaskan keluarga lebih dari apapun, karena keluarga adalah institusi pertama dan yang paling utama.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AK)

Baca juga:

Pelecehan Seksual Pada Anak

Sikap Orangtua Terhadap Pelecehan Seksual Pada Anak

Pendidikan Seksual Pada Anak, Apa Saja dan Seberapa Penting?

 

adithia kweeDitulis oleh:

dr. Adithia Kwee

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com 

0 Komentar

Belum ada komentar