Sukses

Serangan Jantung Mengintai Orang Pemarah

Ada pepatah mengatakan bahwa jangan suka cepat marah, karena Anda akan lebih cepat tua. Jika ditelaah dari segi medis, hal ini bisa jadi ada benarnya. Jika Anda marah, ternyata bisa menjerumuskan Anda dalam bahaya stroke! Lho kok bisa? Yuk simak selengkapnya bersama dr. Alvin Nursalim disini.

Klikdokter.com - Ada pepatah mengatakan bahwa jangan suka cepat marah, karena Anda akan lebih cepat tua. Jika ditelaah dari segi medis, hal ini bisa jadi ada benarnya. Jika Anda marah, akan terjadi peningkatan berbagai senyawa pro-inflamasi dan terjadi pengaktifan saraf simpatis. Senyawa ini akan meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit jika berlangsung secara terus menerus. Penelitian terakhir juga menyatakan hubungan antara kemarahan dan kejadian serangan jantung. (Baca: Stroke Dapat Dicegah dengan Menahan Marah)

Apa saja bahaya marah?

Penelitian terbaru menyatakan bahwa orang-orang yang suka marah memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung. Tidak hanya serangan jantung, pemarah juga memiliki peningkatan risiko terkena stroke dalam beberapa jam pasca kemarahan. Dalam waktu dua jam setelah seorang marah, terjadi peningkatan kejadian serangan jantung sebesar lima kali dan peningkatan stroke sebesar empat kali. Selain itu pada pemarah juga terjadi peningkatan terjadinya gangguan irama jantung.

Penelitian ini menekankan bahwa episode marah berulang dapat meningkatkan risiko seorang mengalami serangan jantung. Pada orang yang marah hanya dengan frekuensi satu kali dalam satu bulan peningkatan risiko terbilang kecil. Peningkatan risiko penyakit jantung terlihat cukup besar, khususnya pada mereka yang sering marah dan memiliki berbagai faktor risiko penyakit jantung dan stroke. (Baca: 5 Gejala Stroke)

Mengapa marah bisa menyeabkan serangan jantung?

Pada pasien yang sedang marah, akan terjadi peningkatan saraf simpatis yang berujung pada peningkatan denyut jantung.  Hal ini berakibat pada peningkatan kebutuhan otot jantung terhadap asupan darah. Permasalahannya adalah pada individu tertentu yang memiliki faktor risiko serangan jantung, ukuran pembuluh darah jantung sudah mengecil akibat penebalan dinding pembuluh darah jantung. Peningkatan kebutuhan darah oleh jantung tidak dapat dipenuhi dengan baik pada orang-orang ini dan mengarah pada serangan jantung.

Jadi, ketika menghadapi masalah, cobalah untuk lebih tenang menghadapinya. Namun tentu kemarahan bukanlah faktor mutlak serangan jantung. Kami menghimbau agar Anda selalu menjaga pola hidup sehat seperti pola makan sehat, hindari merokok, dan olahraga teratur, untuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke di masa yang akan datang.

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AN)

Baca juga:

8 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Bahaya Hipertensi

Yoga Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

 

Ditulis oleh:

dr. Alvin Nursalim

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com

0 Komentar

Belum ada komentar