Sukses

Jangan Takut Sama Malaria!

Seiring dengan perkembangan teknologi medis, kini sudah banyak cara dan kiat untuk menghindari malaria. Selain dengan cara pencegahan yang pernah disosialisasikan pemerintah dari dulu, kini dunia sudah dapat menyambut vaksin anti malaria!

Klikdokter.com - Jika Anda sempat menonton film Soekarno yang belum lama telah tayang di layar perak, Anda pasti mengetahui bahwa Soekarno menderita penyakit malaria. Kata malaria identik dengan gigitan nyamuk, lalu apa yang membedakannya dengan demam berdarah?

Malaria adalah salah satu penyakit tertua dalam sejarah peradaban manusia, malaria berasal dari bahasa Italia, mal yang artinya salah, dan aria yang artinya udara, sebelum pemahaman tentang malaria sepenuhnya benar, dahulu penyakit ini dianggap karena kesalahan dari udara. Baru sekitar tahun 1880 Charles Alphonse membuktikkan bahwa penyakit ini sesungguhnya disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menumpang pada tubuh nyamuk Anopheles. Menarik bukan?

Berbeda dengan penyakit demam berdarah yang sama-sama ditularkan lewat gigitan nyamuk disebabkan oleh virus, yaitu flavivirus. Secara umum perjalanan kedua penyakit ini juga berbeda, selain itu nyamuk penyebab demam berdarah adalah Aedes aegypti. (Baca: Senjata Baru Melawan Malaria)

 

Namun Anda tidak perlu khawatir, dunia kedokteran kini menemukan suatu terobosan, yang telah dinantikan sekian tahun lamanya, yakni vaksin untuk malaria. Vaksin ini diklaim WHO mampu membantu seseorang memproteksi dirinya untuk tidak terjangkit malaria, sungguh luar biasa. Jadi, mulai saat ini jika Anda ingin berpergian ke wilayah endemic malaria seperti Indonesia Timur, Anda tidak perlu kuatir lagi, vaksin dulu dengan vaksin anti malaria!

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AK)

Baca juga:

Papua Masih Terancam Malaria

50% Populasi Indonesia Berisiko Malaria

Senjata Baru untuk Melawan Malaria 

 

Ditulis oleh

dr. Adithia Kwee

Anggota Redaksi Medis

Klikdokter.com

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar