Sukses

6 Gejala yang Harus Diwaspadai Pada Bayi

Bagaimana membedakan buah hati Anda menderita penyakit serius atau bukan? Simak selengkapnya oleh dr. Dina Kusumawardhani disini.

Klikdokter.com - Biasanya orang tua akan panik dan ketakutan jika buah hati sakit, terutama jika sakit yang pertama kalinya. Batuk pilek memang merupakan hal biasa terjadi pada bayi dan anak-anak. Namun kondisi tersebut bisa juga menimbulkan komplikasi seperti infeksi saluran napas bawah (pneumonia). Bagaimana membedakan buah hati Anda menderita penyakit serius atau bukan?

Berikut ini adalah beberapa gejala pada bayi yang harus diwaspadai dan tidak boleh diabaikan:

1.      Demam tinggi lebih dari 38°C

Demam pada bayi baru lahir sangat tidak spesifik dan dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dari flu sampai meningitis (infeksi selaput otak). Demam pada bayi perlu penanganan lebih serius karena dapat berisiko terjadi kejang demam. Jika suhu tubuh lebih dari 38°C segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan, mencari tahu penyebab demam, dan diberikan terapi yang tepat.

2.      Bibir atau kulit biru (sianosis)

Jika bibir, lidah, atau ujung-ujung jari berwarna kebiruan, artinya bayi tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan jantung, paru-paru, atau darah. Penyebab tersering biru pada bayi adalah kelainan jantung bawaan. (baca: Kelainan Bayi, Ini Cara Mencegahnya)

 

3.      Suara napas ‘berat’

Perhatikan suara napas bayi Anda. Jika bayi tampak bernapas cepat, ada bunyi napas tambahan (mengorok, mengi, mengerang), dan menggunakan otot dada lebih dari biasanya, kemungkinan terjadi gangguan pernapasan dan segera bawa ke rumah sakit.

4.      Kulit kuning menetap

Tidak semua kulit kuning berbahaya bagi bayi baru lahir. Hal ini dapat menjadi kondisi yang normal dan menghilang dengan sendirinya. Namun jika menetap atau bertambah parah, diperlukan evaluasi lebih lanjut. Kuning pada kulit disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, dapat ‘meracuni’ otak yang berakhir pada kejang dan kerusakan permanen pada otak.

5.      Dehidrasi

Perhatikan popok bayi Anda, jika popok tidak basah seperti biasanya, harus dicurigai bayi Anda mengalami dehidrasi. Tanda bayi mengalami dehidrasi yaitu menurunnya volume buang air kecil (urin), mulut kering, mata cekung, dan tampak kurang aktif. Selalu perhatikan tanda-tanda di atas, terutama jika bayi mengalami diare.

 

6.      Muntah

Muntah merupakan kondisi yang sering dialami bayi. Muntah dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti batuk atau menangis terlalu keras, makan terlalu banyak, atau karena adanya penyakit tertentu. Jika bayi muntah, selalu perhatikan warna da nisi muntahan. Muntah berwarna hijau merupakan tanda penyakit serius. Muntah hijau dapat menjadi indikasi adanya sumbatan/obstruksi pada usus. Muntah setelah cedera kepala juga membutuhkan evaluasi karena dapat disebabkan oleh perdarahan pada otak.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK/DA)

 

Baca juga:

3 Fakta yang Mungkin Anda Belum Tahu Seputar Nafsu Makan Anak

Masalah Payudara Setelah Menyusui

Fokus Urus Anak, Tidak Ada Salahnya Pakai Kontrasepsi

 

Ditulis oleh:

dr.Dina Kusumawardhani

Anggota Dewan Redaksi Medis

Klikdokter.com

 

0 Komentar

Belum ada komentar