Sukses

Perut Buncit Berisiko Tidak Panjang Umur

Penelitian terakhir mengungkapkan timbunan lemak di perut tidak hanya merusak penampilan.

Klikdokter.com – Timbunan lemak di perut tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan. Perut buncit dapat terjadi pada siapapun, tidak hanya pada mereka yang memiliki tubuh yang gemuk. Seseorang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal dengan bentuk tubuh seperti apel dan lingkar pinggang (waist circumference) yang lebar juga harus berhati-hati.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the American College of Cardiology, lebih dari 70% pasien jantung dengan lingkar pinggang yang lebar meninggal pada saat penelitian dibanding pasien dengan lingkar perut yang lebih kecil. Selain itu, lingkar pinggang menjadi prediktor yang lebih kuat dibandingkan indeks massa tubuh dalam menentukan risiko penyakit kardiovaskular.

Lemak tubuh terdiri dari dua jenis, yaitu lemak visceral dan subkutan. Lemak subkutan adalah lemak yang terdapat di bawah kulit. Sedangkan lemak visceral terdapat di dalam perut dan mengelilingi organ-organ vital seperti hati, jantung, dan ginjal.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa lemak visceral yang berlebihan (obesitassentral) dapat menyebabkan sindrom metabolik, meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit kronik lainnya.

Lemak visceral menyebabkan pelepasan protein dan hormon yang dapat memicu respons inflamasi (peradangan) dan merusak endotel pembuluh darah. Selain itu, lemak visceral dapat menyebabkan resistensi insulin yang berujung pada penyakit diabetes melitus.

 

Apakah lingkar pinggang Anda normal?

Mengukur lingkar pinggang sangatlah mudah. Pada posisi berdiri, gunakan meteran, lingkarkan pada bagian tengah perut Anda, tepat di atas tulang panggul. Ukur lingkar pinggang Anda pada saat mengeluarkan napas. Lingkar pinggang normal untuk orang asia adalah:

·         Laki-laki:

·         Perempuan:

Jika lingkar pinggang melebihi batas normal, maka Anda memiliki risiko tinggi masalah kesehatan. Segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk menjalani program penurunan berat badan dan menilai apakah ada faktor risiko lainnya.

Berita baiknya adalah sekecil apapun jumlah berat badan yang turun (5-10% dari berat saat ini) dapat menurunkan risiko berkembangnya penyakit-penyakit tersebut. Mulailah diet sehat dan olahraga teratur untuk mendapatkan berat badan ideal dan bebas dari penyakit. 

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DK)

 

dina kusumawardhaniDitulis oleh:

dr. Dina Kusumawardhani

Anggota Dewan Redaksi Medis 

Klikdokter.com

 

Baca juga:

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar