Sukses

Penggunaan Sel Punca Mesenkimal untuk Terapi Osteoarthritis

Salah satu jenis sel punca dewasa adalah Sel Punca Mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell,MSC) yang dapat ditemukan pada sumsum tulang, jaringan lemak, tali pusat, periosteum, tulang trabeskular dan gigi susu. Keberadaan MSC memberikan peluang untuk terapi sel secara autologus (dari diri sendiri) tanpa adanya resiko penolakan dari sistem imun

Oleh: Poppy Firzani Arifin

KLIKDOKTER.COM - Sel Punca atau Stem Cell merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri sendiri dengan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel induknya serta dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sel punca dibagi menjadi 2 yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa. Salah satu jenis sel punca dewasa adalah Sel Punca Mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell,MSC) yang dapat ditemukan pada sumsum tulang, jaringan lemak, tali pusat, periosteum, tulang trabeskular dan gigi susu. Keberadaan MSC memberikan peluang untuk terapi sel secara autologus (dari diri sendiri) tanpa adanya resiko penolakan dari sistem imun.

Salah satu aplikasi pemanfaatan MSC adalah untuk terapi osteoarthritis di mana terjadi kerusakan tulang rawan (cartilage defect) pada bantalan sendi lutut. Beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan tulang rawan adalah: trauma/cedera olahraga, obesitas, penuaan dan penyakit radang sendi.

Kerusakan tulang rawan seringkali menjadi masalah kronis karena kemampuan tulang rawan melakukan regenerasi secara alamiah sangat terbatas. Selain itu sistem pembuluh darah yang terdapat pada jaringan tulang rawan sangat minim. Jika kondisi seperti itu dibiarkan maka kerusakannya akan semakin parah sehingga membatasi aktivitas fisik penderita.

Terapi MSC akan membantu regenerasi pada kerusakan tulang rawan karena MSC memiliki potensi sebagai sel penyusun tulang rawan (kondroblast). Bantalan sendi yang tersusun dari tulang rawan hialin akan kembali terbentuk. Dengan demikian MSC dapat memperbaiki kerusakan pada bantalan sendi yang umumnya tidak bisa dilakukan oleh obat non steroid.

Pada terapi ini dokter akan mengambil jaringan sumsum tulang sebagai sumber MSC dari sang pasien. Kemudian sel punca tersebut diperbanyak di laboratorium pengolahan sel punca hingga diperoleh jumlah yang sesuai untuk implantasi (sekitar 10 juta sel). Proses perbanyakan berlangsung kurang lebih selama 21 hari diikuti dengan uji karakteristik terhadap morfologi, molekul penanda dan uji plastisitas MSC untuk memastikan bahwa sel yang diperbanyak adalah sel tersebut. Selain itu MSC harus dipastikan steril tidak terkontaminasi bakteri ataupun jamur.

Metode implantasi MSC tidak memerlukan operasi terbuka karena sel punca tersebut cukup diinjeksikan diikuti dengan injeksi asam hialuronat.

Penggunaan asam hialuronat menjaga MSC berada di lokasi persendian dan membantu proses diferensiasi menjadi kondroblast. Keberhasilan dalam pembentukan bantalan sendi dari tulang rawan hialin akan mengembalikan fungsi sendi hingga penderita terbebas dari rasa sakit dan dapat beraktivitas kembali.

Di Jakarta terapi MSC untuk kerusakan tulang rawan ini mulai dilakukan di beberapa rumah sakit.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](PA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar