Sukses

Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Ini Hal-Hal yang Harus Dihindari

Pertolongan pertama serangan jantung sangat penting untuk keberlangsungan hidup pasien. Ketahui beberapa hal yang perlu dihindari saat penanganan awal serangan jantung.

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Orang yang mengalaminya harus segera mendapatkan penanganan yang sesuai karena penyakit ini dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, ketahuilah hal-hal yang harus dihindari ketika memberikan pertolongan pertama serangan jantung.

Serangan jantung terjadi karena adanya sumbatan pada aliran darah sehingga oksigen ke jantung terhalang. Hal tersebut menyebabkan jaringan otot jantung tidak dapat bekerja dengan baik, dan apabila tidak ditangani dengan cepat maka sel-sel otot jantung tersebut dapat “mati”. 

Pada kondisi ini, pertolongan pertama yang baik dan benar akan sangat menentukan kondisi jantung selanjutnya. Jadi, hindarilah hal-hal berikut ini saat melakukan pertolongan pertama serangan jantung:

1 dari 4 halaman

1. Panik

Panik saat memberikan pertolongan pertama serangan jantung justru dapat berakibat buruk. Hal ini membuat penolong bingung ingin melakukan apa, sehingga penanganan yang diberikan pun menjadi lambat.

Jadi, tenangkan diri Anda dahulu, karena apabila Anda dalam kondisi panik maka penderita pun akan ikut panik.

Artikel Lainnya: Sering Mandi Malam Rentan Picu Serangan Jantung?

2. Bertindak Lambat

Pada saat ini jantung dalam kondisi kritis, sehingga setiap detik pun sangat berarti bagi penderitanya. Oleh karena itu, jangan bertindak lambat dalam melakukan pertolongan. 

Bertindak lambat dapat membuat serangan jantung semakin parah dan dapat menyebabkan penderitanya henti jantung. 

3. Meninggalkan Penderita Sendirian

Jika Anda berada di tempat sepi dan mendapati orang terkena serangan jantung, tetaplah mendampinginya sampai pertolongan datang. Jangan pernah meninggalkan penderita sendirian.

Temani penderita dan pantau terus perkembangan gejalanya. Bersiaplah untuk situasi di mana gejalanya bertambah buruk.

2 dari 4 halaman

4. Membiarkan Penderita Menolak Bantuan

Serangan jantung memiliki perburukan yang cukup cepat. Bisa saja penderita sadar lalu tiba-tiba menjadi tidak sadar.

Jika melihat orang dengan ciri-ciri terkena serangan jantung, segeralah bertindak. Walaupun penderita masih sadar dan mengatakan dirinya tidak apa-apa. 

Artikel Lainnya: Kena Serangan Jantung Bolehkah Kerokan?

5. Memberi Makan dan Minum

Jangan sekali-sekali Anda memberi makan atau minum saat memberi pertolongan pertama serangan jantung. 

Hal ini berisiko membuat penderitanya tersedak dan mengganggu pernapasan yang justru dapat memperburuk keadaan.

6. Menepuk Lengan Orang yang Terkena Serangan Jantung

Banyak sekali beredar video penolong menepuk-nepuk lengan orang yang terkena serangan jantung. Menepuk bukanlah pertolongan pertama pada serangan jantung, malah tidak terbukti efektif. 

Jika Anda hanya menepuk terus, pertolongan yang seharusnya dilakukan akan jadi terlambat dan mengakibatkan keadaan penderitanya menjadi bertambah buruk.

3 dari 4 halaman

7. Tidak Mendudukkan Penderita

Salah satu pertolongan pertama serangan jantung adalah dengan mendudukkan penderita. Apabila dibiarkan berdiri, penderita berisiko terjatuh dan melukai dirinya sendiri. Apabila dibiarkan berbaring, kemungkinan akan mengganggu jalan napas.

Mendudukkan penderita juga termasuk salah satu cara mengatasi serangan jantung, berguna untuk meredakan ketegangan pada jantung dan memastikan jalan napas tidak terganggu.

8. Telat Memberikan Bantuan Napas

Jika penderita tiba-tiba tidak sadar, segeralah mengecek nadi. Jika tidak teraba, lakukan CRP (Cardiopulmonary Resuscitation) atau RJP (Resusitasi Jantung Paru). Ini berguna untuk mengembalikan fungsi napas dan menjaga darah tetap beredar ke seluruh tubuh.

Jika Anda telat memberikan bantuan napas pada penderita yang tidak sadar, maka akan meningkatkan risiko kematian. 

Itulah beberapa hal yang harus dihindari saat melakukan pertolongan pertama serangan jantung. Karena perburukan penyakit ini cepat, maka dibutuhkan penanganan yang tepat dan cepat pula. Pastikan Anda tidak panik dan segera meminta bantuan pada orang sekitar.

Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut, dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar