Sukses

Kebiasaan Buruk Penyebab Gigi Berjejal

Banyak orang tua yang membawa anaknya ke dokter gigi diawali karena cemas saat menyadari adanya kelainan pada gigi sang buah hati. Simak selengkapnya dari drg. Martha Mozartha, MSi disini.
Oleh: drg. Martha Mozartha, MSi.
 
Banyak orang tua yang membawa anaknya ke dokter gigi diawali karena cemas saat menyadari adanya kelainan pada gigi sang buah hati. Misalnya gigi yang berjejal/tumpang tindih, gigi berubah posisi, gigi jarang, gigitan dalam, gigi tonggos dan kelainan lainnya. Kondisi tersebut disebut maloklusi, dimana hubungan kontak antara gigi bawah dan atas saat mulut ditutup (oklusi) tidak normal, dan dapat diperbaiki dengan perawatan kawat gigi (orthodontik) yang sering disebut dengan behel.
 
Maloklusi dapat disebabkan karena berbagai hal, dan salah satunya adalah kebiasaan buruk yang dilakukan anak. Bukan rahasia lagi, bahwa perawatan orthodontik membutuhkan biaya yang tidak sedikit, serta mengorbankan waktu dan kenyamanan anak. Oleh karena itu ada baiknya orang tua mewaspadai kebiasaan buruk agar dapat mencegah terjadinya maloklusi sejak dini.
 
Pada dasarnya, kebiasaan apapun yang memberikan tekanan pada gigi atau pun rahang yang dilakukan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kelainan pada tumbuh kembang gigi dan rahang. Salah satu kebiasaan buruk yang paling umum adalah menghisap jari. Kebiasaan ini seringkali dianggap sebagai hal yang normal saat anak masih kecil, hingga anak berusia 2 tahun.
 
Banyak orang tua berpikir kebiasaan ini tidak akan berdampak buruk dan dapat menghilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia anak. Padahal, menghisap jari dapat menimbulkan maloklusi yang cukup berat, meski bergantung pada beberapa hal diantaranya posisi jari saat dihisap, frekuensi serta lamanya kebiasaan ini berlangsung. Semakin lama dan semakin intens anak menghisap jari, kelainan yang ditimbulkan juga makin besar.
 
Selain itu, kebiasaan anak lainnya yang sering luput dari perhatian orang tua adalah bernafas melalui mulut. Mungkin banyak yang tak menyangka, namun kebiasaan ini dapat membuat kelainan yang cukup berat tidak hanya pada gigi dan tulang rahang  tapi juga pada wajah. Menghisap dot, menjulurkan lidah, mengunyah/ menggigit dengan memajukan rahangbawah, serta  menggigit kuku atau bibir juga dapat menyebabkan maloklusi gigi. Jika orang tua mendapati anaknya melakukan kebiasaan buruk seperti disebut di atas, sebaiknya dilakukan usaha untuk menghentikannya. Tak jarang pada berbagai kasus, penyebab kebiasaan buruk ini berhubungan dengan kondisi psikologis anak. Jadi, selain berkonsultasi ke dokter gigi, orang tua juga perlu berkonsultasi dengan psikolog.
 
 
Lebih  jauh mengenai topik ini, silakan menggunakan fitur Tanya Dokter di Klikdokter.com guna berkonsultasi kesehatan dengan tim dokter Klikdokter.com. [](MM)

    0 Komentar

    Belum ada komentar