Sukses

Kurang Tidur Menyebabkan Kegemukan

Cukup tidur memang merupakan aspek penting dalam mempertahankan berat badan yang ideal, selain olahraga dan asupan nutrisi yang seimbang. Akan tetapi, berapa jam tidur sehari yang dapat dikatakan cukup?

KlikDokter.com - Kurang tidur menyebabkan kegemukan! Kalimat ini pasti bukan hal yang asing di telinga Anda. Cukup tidur memang merupakan aspek penting dalam mempertahankan berat badan yang ideal, selain olahraga dan asupan nutrisi yang seimbang. Akan tetapi, berapa jam tidur sehari yang dapat dikatakan cukup? Para ahli mengatakan bahwa jam tidur yang dikatakan cukup adalah 7-8 jam sehari. Lalu apa yang terjadi saat Anda tidak mendapatkan jam tidur yang dianjurkan tersebut? Apakah sebaiknya membayar hutang jam tidur keesokan harinya dengan tidur lebih dari 8 jam?

Sebenarnya ketika kita berbicara tentang durasi tidur, yang memiliki risiko menimbulkan kegemukan atau obesitas bukan hanya durasi tidur yang pendek yaitu 5-6 jam. Akan tetapi, durasi tidur yang panjang yaitu 9-10 jam atau bahkan lebih dari itu juga meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk. Besar risiko terjadinya obesitas pada seseorang yang tidur dengan durasi pendek adalah sebesar 27%, sedangkan untuk yang tidur dengan durasi panjang adalah sebesar 21% (Chaput et al, 2007). Jadi, sebenarnya risiko kegemukan meningkat baik dengan jam tidur yang kurang maupun dengan jam tidur yang lebih panjang dari anjuran.

Ada beberapa teori mengapa pada orang-orang yang durasi tidurnya lebih pendek terjadi peningkatan risiko terkena obesitas.

Teori pertama adalah karena adanya perubahan kadar hormon yang mengontrol nafsu makan, yaitu hormon leptin dan ghrelin. Hormon leptin adalah hormon yang berfungsi menekan nafsu makan, sedangkan hormon ghrelin adalah hormon yang menstimulasi atau mendorong nafsu makan.

1 dari 2 halaman

Kurang Tidur = Kegemukan

Pada orang yang jam tidurnya sedikit, hormon leptin (penekan nafsu makan) ditemukan menurun kadarnya, sedangkan kadar ghrelin (pemicu nafsu makan) ditemukan meningkat. Hal ini diduga berperan dalam meningkatkan asupan kalori seseorang dan akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan ketka ia jam tidurnya sedikit.

Teori kedua adalah ketika pola fase tidur-bangun seseorang berubah, terjadi perubahan jam sirkadian secara molekuler, yaitu mekanisme molekuler yang memampukan sel-sel tubuh untuk merespon variasi diurnal (siang-malam) di lingkungannya. Ketika ini terjadi di dalam sel lemak tubuh, maka perubahan metabolik dapat menggangu metabolisme lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Sedangkan teori yang mendasari kenaikan berat badan pada seserang dengan jam tidur yang lebih panjang dari anjuran disebabkan karena adanya peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan secara inaktif, yaitu tidak menghabiskan energi atau membakar kalori. Jumlah waktu inaktif atau sedentary ini tentunya lebih banyak pada mereka yang tidur lama daripada orang yang jam tidurnya sesuai anjuran. Karena jumlah waktu inaktif atau sedentary-nya lebih banyak, tentunya pengeluaran kalori sehari-hari orang tersebut akan berjumlah sedikit sehingga lebih mungkin terjadi surplus kalori dalam keseimbangan energinya. Perlu diingat bahwa prinsip terjadinya kegemukan adalah karena adanya surplus energi yang masuk dibandingkan dengan energi yang keluar.

Oleh sebab itu, usahakan jam tidur Anda setiap harinya berjumlah  di kisaran 7-8 jam sehari untuk memastikan berat badan yang stabil.

    0 Komentar

    Belum ada komentar