Sukses

HUT DKI ke 486: Berpolusi, Penduduk Jakarta Berisiko Stroke & Serangan Jantung

Ketua Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Syafrudin, memaparkan peningkatan pencemaran udara di DKI Jakarta yang kian meningkat, dari tahun 2010 hingga 2011 terdapat lonjakan drastis, yakni peningkatan 30-40%. Sedikitnya 70% adalah...

Oleh: dr. Dewi Ema Anindia

KlikDokter.com - Ketua Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Syafrudin, memaparkan peningkatan pencemaran udara di DKI Jakarta yang kian meningkat, dari tahun 2010 hingga 2011 terdapat lonjakan drastis, yakni peningkatan 30-40%. Sedikitnya 70% adalah partikel debu dari kendaraan bermotor, ditambah lagi 90% hydro karbon dari asap buangan kendaraan.

Lebih jauh, polusi udara pada kesehatan ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung yaitu dapat memicu serangan jantung dan stroke. Dengan cara apa? Polusi udara dapat mempercepat proses atherosclerosis (penebalan pembuluh darah arteri) sesuai dengan penelitian yang diterbitkan pada jurnal PLOS Medicine.  Studi ini merupakan terusan dari studi sebelumnya yang melaporkan bahwa polusi udara dapat mengstimulasi proses inflamasi (peradangan) yang dapat memicu perubahan pada tekanan darah serta peningkatan pembekuan di pembuluh darah yang dapat memicu kelainan pada jantung.

Penelitian yang dilakukan di University of Michigan School of Public Health dan University of Washington mengikuti 5,362 subjek dengan rentang usia 45 hingga 84 tahun pada 6 daerah di Amerika. Mereka menemukan bahwa pada subjek yang terpapar oleh polusi dapat terjadi peningkatan proses penebalan dari arteri karotis dileher yang merupakan sumber darah ke kepala dan leher sebanyak 14 μm setiap tahunnya. Ditemukan pula bahwa pada subjek yang terpapar oleh polusi udara pada tempat tinggal mereka proses terjadipenebalan akan lebih cepat.

Penebalan dari pembuluh darah arteri merupakan pertanda dari pengerasan pembuluh darah, dimana proses ini terjadi akibat peradangan ditambah dengan pengumpulan dari faktor-faktor pembekuan darah yang menyebabkan hilangnya fleksibilitas dari pembuluh darah sehingga dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Para peneliti berpendapat bahwa penduduk yang bertempat tinggal pada daerah dengan polusi udara yang tinggi memiliki resiko untuk terserang stroke dan serangan jantung lebih sering sebanyak 2% dibandingkan dengan penduduk yang bertempat tinggal pada daerah dengan polusi udara yang sedikit.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa salah satu kandungan yang ditemukan dalam polusi udara juga ditemukan pada rokok, sangat bahaya bukan? BIla dipikir-pikir memang sulit bagi kita untuk menghindari polusi udara, namun dalam upaya pencegahan terhadap penyakit jantung dan stroke kita selalu dapat menghindari dari rokok bukan?[](EA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar