Sukses

49.400 Meninggal Dunia Karena Perokok Pasif

Bahaya akibat merokok tidak saja dapat dialami oleh sang perokok namun pada studi terakhir di Amerika menunjukkan bahwa bahaya ini juga berpengaruh terhadap para non-perokok atau passive smoker dan ternyata bahaya ini berbeda pula antar gender...

Oleh: dr. Dewi Ema Anindia

KlikDokter.com - Bahaya akibat merokok tidak saja dapat dialami oleh sang perokok namun pada studi terakhir  di Amerika menunjukkan bahwa bahaya ini juga berpengaruh terhadap para non-perokok atau passive smoker dan ternyata bahaya ini berbeda pula antar gender.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 46.000 non-perokok di Amerika meninggal akibat penyakit jantung dan sebanyak 3.400 meninggal akibat kanker paru-paru seperti yang dilapor oleh American Cancer Society. Apakah penyebabnya?? Ternyata merokok secara pasif-lah penyebabnya. Merokok pasif, atau orang yang tidak merokok namun hanya menghirup asap dari seorang perokok ternyata memiliki peningkatan risiko untuk demensia, peningkatan tekanan darah, dan perubahan genetis. Saat ini, para ilmuwan dari Journal of Clinical Endocinology & Metabolism (JCEM) melaporkan bahwa wanita muda memiliki potensi lebih tinggi untuk mengalami efek dari merokok pasif dibandingakn dengan pria.

Peneliti dari University of Western Australia, melakukan penelitian dengan melihat 1,057 remaja sejak mereka lahir hingga usia 17 tahun, mereka juga memeriksakan darah secara rutin untuk melihat kadar kolestrol. Pada akhir studi terlihat bahwa 48% anak yang terekspos oleh rokok di tempat tinggal mereka. Dari data itu terlihat bahwa, pada remaja wanita kadar “kolestrol baik” (HDL) ternyata lebih rendah dibandingkan dengan remaja laki-laki dimana “kolestrol baik” ini berfungsi untuk melindungi seseorang dari penyakit jantung.

“Dengan adanya penelitian ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat agar anak-anak atau remaja terutama wanita diharapkan untuk tidak terlalu banyak terekspos oleh rokok di dalam rumah” kata para peneliti. Kenapa wanita memiliki risiko lebih tinggi? Hal ini belum dapat dijawab . Namun penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lain yang dapat menilai hubungan antara gender dengan merokok ![](EA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar