Sukses

Waspadai Gejala-gejala Diabetes Ini!

Penderita diabetes melitus tipe 2 dapat mengontrol kadar gula darah dengan diet, olahraga, dan obat-obatan. Namun tanpa pengecekkan kadar gula darah setiap hari melalui alat cek gula darah, Anda tidak mungkin mendapatkan hasil yang akurat. Jika Anda adalah seorang penderita diabetes, waspadailah gejala-gejala ini..

Oleh: dr. Nadia Octavia

KlikDokter.com - Penderita diabetes melitus tipe 2 dapat mengontrol kadar gula darah dengan diet, olahraga, dan obat-obatan. Namun tanpa pengecekkan kadar gula darah setiap hari melalui alat cek gula darah, Anda tidak mungkin mendapatkan hasil yang akurat. Jika Anda adalah seorang penderita diabetes, waspadailah gejala-gejala ini:

  • Sering haus dan buang air kecil
    Haus dan sering buang air kecil merupakan 2 gejala klasik diabetes yang disebabkan oleh terlalu tingginya kadar gula dalam darah. Di saat yang bersamaan ginjal Anda menyaring gula, ginjal juga menarik cairan lebih banyak dari jaringan, oleh karena itulah Anda sering buang air kecil. Haus adalah suatu bentuk permintaan dari tubuh untuk mengganti cairan yang hilang.
     
  • Mudah lelah
    Ketika gula menetap pada aliran darah bukan pada sel-sel tubuh, maka otot tidak mendapatkan "bensin" yang cukup untuk menghasilkan energi. Terkadang penderita diabetes sering cepat lelah setelah makan cukup banyak

  • Pusing berputar
    Perasaan pusing berputar atau gemetar bisa jadi merupakan tanda gula darah yang rendah atau hipoglikemi. Karena otak Anda membutuhkan glukosa untuk berfungsi, gula darah yang rendah berbahaya - bahkan bisa mengancam jiwa. Segelas jus buah dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu singkat.
     
  • Tangan dan kaki bengkak
    Jika Anda merupakan penderita hipertensi dan diabetes, kedua kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kemampuan ginjal untuk membuang racun dan cairan. Ketika terdapat penumpukan cairan yang tidak dapat dibuang oleh ginjal, waspadalah mungkin ini merupakan tanda Anda memiliki penyakit ginjal.
     
  • Kesemutan atau baal
    Kerusakan saraf (disebut juga neuropati perifer) merupakan tanda lain dari peningkatan gula darah yang kronis. Seseorang yang mengalami neuropati seringkali tidak sadar jika mereka terluka dan bahkan hingga luka tersebut terinfeksi
     
  • Gangguan pencernaan
    Diabetes juga merusak saraf yang mempersarafi pengosongan lambung. Ketika lambung Anda tidak bisa mengosongkan secara cepat, suatu kondisi yang disebut dengan gastroparesis, maka Anda akan mengalami gejala lainnya seperti diare atau susah BAB.
     
  • Gangguan penglihatan
    Retinopati diabetik, disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah pada mata karena kadar gula yang tinggi, merupakan penyebab kebutaan paling tinggi pada orang dewasa.
     
  • Sering mengalami infeksi
    Infeksi yang sering dialami penderita diabetes misalnya: infeksi gigi, saluran kencing, bakteri, jamur, saluran nafas ataupun telinga.
     
  • Luka dan memar yang sulir sembuh
    Jika gula darah Anda tidak terkontrol dengan baik, tendensi Anda untuk mengalami penyembuhan luka yang buruk dan lama akan lebih tinggi.

Jika gejala-gejala diatas dirasa pernah Anda alami, tindakan pertama yang paling bijaksana adalah melakukan pemeriksaan gula darah. Atau tindakan preventif paling mendasar lainnya adalah memulai pola hidup sehat. Mulailah berolahraga, memakan makanan yang bergizi seimbang, menjauhi rokok, alkohol dan pola hidup malas. Lebih lanjut, Anda dapat segera mengkonsultasikannya kepada dokter Anda.[](NO)

    0 Komentar

    Belum ada komentar