Sukses

Atasi Gigi Ngilu Setelah Dental Bleaching

Pemutihan gigi, atau dental bleaching, telah merupakan prosedur rutin di klinik-klinik gigi saat ini, dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan estetik. Jenis perawatan ini dapat dilakukan oleh dokter gigi di klinik atau dilakukan oleh pasien sendiri di rumah, tentunya setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi...

Oleh: drg. Martha Mozartha

KlikDokter.com - Pemutihan gigi, atau dental bleaching, telah merupakan prosedur rutin di klinik-klinik gigi saat ini, dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan estetik. Jenis perawatan ini dapat dilakukan oleh dokter gigi di klinik atau dilakukan oleh pasien sendiri di rumah, tentunya setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi. Banyak juga bahan pemutih gigi yang beredar di pasaran atau dijual secara bebas di internet, namun hal ini kurang disarankan mengingat efek samping yang mungkin terjadi sulit untuk dikontrol.

Gigi yang berubah warna, misalnya gigi kuning pada peminum teh/kopi atau pada perokok, dapat diputihkan kembali hingga derajat tertentu dengan perawatan ini menggunakan bahan kimia. Meskipun merk-merk yang umum digunakan dokter gigi di klinik sudah lolos uji dan dinyatakan aman, prosedur ini tetap berpotensi menimbulkan efek samping. Bahan kimia yang digunakan untuk pemutihan gigi di klinik umumnya hidrogen peroksida dengan kadar efektif untuk memutihkan gigi yaitu sekitar 30-35%. Bahan ini dapat memicu timbulnya rasa ngilu pada gigi selama atau setelah perawatan.

Beberapa jenis merk bahan pemutih gigi mengeluarkan produk yang disebut desensitizing agent, biasanya mengandung fluor yang dapat diaplikasikan di permukaan gigi untuk mengurangi rasa ngilu. Namun jika bahan ini tidak tersedia, pasien dapat menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif. Berbagai penelitian klinis menunjukkan hasil bahwa penggunaan pasta gigi yang mengandung potassium nitrate cukup efektif mengurangi rasa sensitif pada gigi. Potassium nitrate bekerja dengan cara menumpulkan saraf sensorik pada gigi sehingga rasa ngilu berkurang. Pasta gigi yang mengandung strontium chloride juga dapat digunakan, yang bekerja dengan cara menutup “pori-pori” gigi (lubang mikroskopis pada lapisan gigi yang disebut dentin) sehingga tidak terlalu peka terhadap rangsang.

Selain kedua bahan aktif tersebut, penelitian klinis yang dilakukan baru-baru ini membuktikan bahwa pasta gigi yang mengandung bahan aktif arginine dan kalsium karbonat efektif dalam meredakan rasa ngilu pada gigi yang sensitif. Caranya, pasta gigi berukuran kira-kira sebesar biji kacang dioleskan ke permukaan gigi menggunakan tangan dengan gerakan seperti memijat gigi dan gusi selama kurang lebih 30 detik. Selanjutnya, tetap lakukan penyikatan gigi dua kali sehari untuk menjaga gigi putih, bersih dan sehat.[](MM)

Referensi :
Putri K, Bahar A, Maharani DA, The Effect of Toothpaste Containing Arginine and Calcium Carbonate in Reducing Dentin Hypersensitivity. KPPIKG 2013

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar