Sukses

Bermain Tetris Menyehatkan Mata

Siapa yang tidak kenal Tetris? Sejak zaman gimbot hingga iPad, permainan yang dilahirkan di Uni Soviet ini sangat popular di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Peraturan bermainnya sederhana yaitu menyusun balok-balok yang berjatuhan sesuai dengan bentuknya. Selain menghibur hati, ternyata permainan ini memiliki manfaat medis...

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia

KlikDokter.com - Siapa yang tidak kenal Tetris? Sejak zaman gimbot hingga iPad, permainan yang dilahirkan di Uni Soviet ini sangat popular di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Peraturan bermainnya sederhana yaitu menyusun balok-balok yang berjatuhan sesuai dengan bentuknya. Selain menghibur hati, ternyata permainan ini memiliki manfaat medis. Tim dokter McGill University di Kanada menemukan bahwa bermain Tetris dapat memperbaiki mata malas atau yang disebut juga dengan ambliopia.

Pada sebuah penelitian kecil yang melibatkan 18 orang dewasa, cara ini ditemukan lebih baik dibandingkan cara konvensional yaitu degan menutup mata yang normal agar mata yang malas bekerja lebih keras. Para peneliti sekarang ingin mengetahui apakah metode ini juga dapat diterapkan pada anak-anak dengan kondisi yang sama. Beberapa penelitian terkait hal ini sedang dilakukan di Inggris.

Satu dari 50 anak menderita ambliopia. Keadaan ini terjadi karena susunan saraf antara otak dengan mata tidak mendapatkan stimulasi yang benar. Otak akan memprioritaskan bayangan yang datang dari mata yang sehat dan mengabaikan bayangan dari mata yang lebih lemah. Mata yang lemah cenderung berdeviasi. Pada akhirnya otak mengabaikan sinyal yang diterima dari mata yang lebih lemah tersebut. Apabila ditemukan pada masa kanak-kanak, ambliopia dapat diatasi dengan menggunakan patching atau penutup untuk mata yang sehat. Menutup mata yang sehat akan melatih mata malas untuk bekerja lebih baik dan memperbaiki penglihatan.

Dr. Robert Hess dan koleganya di Montreal melakukan sebuah eksperimen menggunakan kacamata khusus yang akan membuat kedua mata bekerja bersama seperti dalam sebuah tim. Sembilan sukarelawan dengan ambliopia diminta untuk menggunakan kacamata ini selama 1 jam per hari selama 2 minggu saat bermain Tetris. Kacamata didesain khusus agar satu mata hanya dapat melihat objek yang jatuh sedangkan mata yang lain hanya dapat melihat balok yang tersusun di dasar. Sebagai perbandingan, sembilan sukarelawan lain (yang juga memiliki ambliopia) menggunakan kacamata yang sama namun dengan mata yang normal ditutup.

Setelah dua minggu, kelompok yang menggunakan kedua matanya menunjukkan perbaikan penglihatan yang lebih baik. Kemudian kelompok yang kedua juga diberikan kesempatan untuk menggunakan kacamata khusus tersebut dengan kedua mata terbuka. Penglihatan mereka pun mengalami perbaikan yang signifikan.

Dr. Hess mengatakan bahwa metode ini dapat menjadi alternatif yang baik dibandingkan cara patching, terutama untuk orang dewasa yang memang tidak mendapatkan manfaat dari cara konvensional tersebut. Permainan komputer lain pun dapat digunakan, tidak hanya tetris. Memaksa kedua mata untuk bekerjasama meningkatkan plastisitas dan adaptibilitas otak sehingga mata yang lemah belajar kembali bagaimana caranya melihat, tambahnya.[](PNA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar