Sukses

Mengatasi Rambut Rontok Ibu Hamil

Rambut rontok saat hamil bisa mengganggu. Bagaimana cara mengatasi rambut rontok saat hamil? Simak solusi rambut rontok parah saat hamil di sini.

Selama kehamilan, rambut ibu bisa menjadi semakin lebat dan berkilau. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya hormon estrogen. Namun, rambut rontok saat hamil juga umum terjadi.

Rambut rontok selama hamil bisa terjadi pada 40-50 persen ibu hamil. Tapi, seperti perubahan lainnya dalam kehamilan, kondisi ini bersifat sementara.

Dua sampai empat minggu setelah persalinan, rambut ibu hamil juga akan mengalami kerontokan cukup berat.

Hal ini termasuk wajar, karena hanya akan berlangsung selama 3-4 bulan. Lalu, rambut akan tumbuh kembali dalam 6-15 bulan. 

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai caramengatasi rambut rontok saat hamil, yaitu:

Artikel Lainnya: Kebiasaan yang Bikin Rambut Rontok

1 dari 6 halaman

1. Lakukan Cara Mencuci Rambut yang Benar

Cara alami mengatasi rambut rontok saat hamil yang pertama adalah mencuci rambut dengan perlahan dan lembut. Hindari menggosok atau menggaruk kulit kepala yang bisa menyebabkan rambut rontok.

Jika ingin melakukan pijatan, lakukan dengan gerakan berputar pada kulit kepala tanpa menggosok akar rambut.

Jika rambut menipis dan ingin mengembalikan volume rambut seperti semula, langkah-langkah di bawah ini bisa dicoba:

  • Gunakan sampo berlabel “volumizing”. Sampo ini biasanya mengandung protein yang membuat rambut tampak lebih tebal.
  • Jika ada, gunakan sampo mengandung biotin dan silica.
  • Hindari sampo berlabel “conditioning shampoo”, karena mengandung kondisioner yang membuat rambut lebih berat sehingga lebih tertarik ke bawah.
  • Gunakan kondisioner yang diformulasikan untuk rambut tipis. Kondisioner ini mengandung formula ringan yang tidak membuat rambut menjadi berat.
  • Gunakan kondisioner hanya di ujung rambut. Penggunaan pada seluruh rambut juga membuat rambut menjadi berat.
  • Hindari kondisioner berlabel “intensive conditioner” karena formulanya terlalu berat.

2. Keringkan Rambut dengan Benar

Rambut dalam keadaan basah bersifat lebih rapuh. Akibatnya lebih mudah patah jika digosok dengan handuk atau disisir.

Karena itu disarankan untuk membungkus rambut basah dengan handuk tanpa digosok. Biarkan rambut kering dengan diangin-anginkan, baru kemudian disisir.

Penggunaan hair dryer terlalu sering atau panas meningkatkan kerusakan rambut dan rontok.

Untuk Anda yang memiliki rambut keriting, disarankan menyisir dalam keadaan masih basah. Cara ini lebih mencegah rambut keriting patah dibandingkan dalam keadaan kering.

Artikel Lainnya: Berbagai Penyebab Rambut Rontok pada Remaja

2 dari 6 halaman

3. Kurangi Menyisir Rambut

Menyisir atau menyikat rambut terlalu sering dapat menyebabkan ujung rambut bercabang. Rambut bisa mudah patah dan menambah kerontokan.

Karena itu, sisir rambut seperlunya untuk mengatasi rambut rontok saat hamil. Sisir yang bergigi jarang lebih aman untuk rambut dibandingkan bergigi rapat.

4. Kurangi Mengikat Rambut

Jangan terus-menerus mengikat, mengepang, dan mengonde rambut, atau menggunakan hair extension saat hamil. Tanpa disadari, semua gaya rambut ini menyebabkan rambut tertarik dan bisa menyebabkan rambut rontok.

3 dari 6 halaman

5. Berhati-hati dalam Menata Rambut

Penataan sering membuat rambut terpapar panas, tarikan, dan bahan kimia dari produk penata rambut. Semuanya dapat membuat rambut lebih rapuh dan semakin mudah rontok.

Lakukan tips di bawah ini jika perlu menata rambut:

  • Kurangi pemakaian produk penata rambut berlabel “long-lasting”.
  • Tunggu hingga rambut setengah kering sebelum mulai menata atau menyisir rambut.
  • Sisir catok sebaiknya hanya digunakan saat rambut dalam keadaan kering, dengan mode rendah atau sedang dan tidak setiap hari. Jika menggunakan pengeriting rambut, jangan panasi rambut lebih dari 1 atau 2 detik.

6. Makan Makanan dengan Gizi Seimbang

Protein, vitamin, dan mineral adalah komponen penting untuk pertumbuhan rambut. Apabila ibu hamil kekurangan zat-zat gizi ini, pertumbuhan rambut bisa terganggu dan menyebabkan rambut rontok.

Karena itu, makanlah buah dan sayuran, serealia utuh, serta sumber protein hewani maupun nabati (terutama yang rendah lemak) setiap makan. Jenisnya juga harus bervariasi setiap harinya.

Anda juga bisa mengonsumsi vitamin dan mineral berikut ini jika sudah berkonsultasi dan diperbolehkan oleh dokter:

  • Vitamin B kompleks
  • Biotin
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Zinc

Artikel Lainnya: Menurut Dokter, Ini Penyebab Tersering Rambut Rontok

4 dari 6 halaman

7. Kendalikan Stres

Stres adalah salah satu penyebab kerontokan rambut yang sering ditemui, terutama pada ibu hamil.

Perasaan terguncang, ketidakstabilan dalam hidup, atau masalah lainnya bisa membuat ibu stres begitu mengetahui dirinya hamil.

Hal ini dapat berakibat pada rambut rontok yang bisa menetap, terlebih jika stres tidak diatasi. Stres perlu ditangani dengan baik agar ibu dapat menjalani kehamilan dan masa pascapersalinan dengan baik.

Ibu hamil dapat mencoba beberapa kegiatan di bawah ini untuk mengatasi stres:

  • Yoga
  • Meditasi
  • Latihan pernapasan dalam
  • Menulis jurnal atau diary
  • Lebih banyak berkegiatan di tempat terbuka
  • Konseling atau terapi dengan psikolog dan profesional lainnya

8. Cegah dan Obati Kekurangan Zat Besi

Anemia kekurangan zat besi adalah keadaan yang sering terjadi pada ibu hamil.

Kebutuhan zat besi selama kehamilan memang meningkat jauh. Namun, sering kali asupan zat besi ibu hamil tetap atau berkurang, sehingga terjadilah anemia karena kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi juga bisa berdampak terhadap rambut yaitu menyebabkan rambut mudah rontok.

Untuk mengatasi rambut rontok karena hal ini, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui status zat besi. Apabila zat besi terbukti kurang, akan diresepkan suplemen zat besi.

Tapi, hindari minum suplemen zat besi tanpa berkonsultasi dengan dokter. Karena, suplemen zat besi dapat berbahaya pada keadaan tertentu, misalnya jika ibu mengidap penyakit thalassemia.

Untuk mencegah kekurangan zat besi saat hamil, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Makan sumber zat besi seperti daging merah, unggas, ikan, udang, dan kerang. Pilih daging yang memiliki sedikit lemak. Zat besi yang berasal dari hewan paling mudah diserap tubuh.

Ada juga sumber zat besi dari tumbuhan misalnya sayuran hijau, kacang-kacangan, tempe, kismis, dan kurma.

Sereal yang difortifikasi zat besi juga bisa menjadi pilihan. Namun, zat besi dari tumbuhan atau makanan fortifikasi lebih sulit diserap tubuh.

Artikel Lainnya: Penyebab Rambut Rontok pada Wanita

  • Konsumsi makanan mengandung zat besi bersamaan dengan sumber vitamin C, misalnya buah-buahan seperti jeruk, kiwi, stroberi, atau sayuran seperti brokoli, tomat, cabai, dan lain-lain.

Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh jika dikonsumsi bersamaan.

  • Hindari konsumsi makanan dan minuman penghambat penyerapan zat besi bersamaan dengan sumber zat besi, yaitu teh, kopi, serta susu dan produk turunannya.

Jika ingin minum teh, kopi, atau susu dalam jumlah banyak, sebaiknya konsumsi di antara jam makan agar tidak bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

5 dari 6 halaman

9. Periksa ke Dokter

Umumnya rambut rontok saat hamil memang wajar. Tapi, pada beberapa kasus hal ini bisa merupakan akibat dari penyakit tertentu, misalnya anemia kekurangan zat besi dan penyakit hormon tiroid.

Jika mengalami rambut rontok parah dan berkepanjangan, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Saat hamil, ibu perlu memberikan perhatian ekstra pada setiap perawatan yang dilakukan. 

Bersabarlah menghadapi berbagai perubahan tubuh saat kehamilan. Ini semua akan terbayar saat sang buah hati lahir ke dunia. 

Bila ingin tanya lebih lanjut seputar cara mengatasi rambut rontok saat hamil, Anda bisa konsultasi lebih mudah lewat LiveChat dokter kandungan.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar