Sukses

Mitos tentang Vaksin Flu

Virus yang menyebabkan flu ada banyak sekali, oleh karena itu dikeluarkan suatu keputusan yang menyarankan agar vaksin flu dilakukan sekali setiap tahun untuk semua orang diatas usia 6 bulan. Namun di Amerika yang dikutip dari NYTimes, hanya minoritas orang yang mengikuti anjuran ini dan hanya 2/3 petugas kesehatan mendapat vaksin tahun lalu. Mengapa seperti itu?

Oleh: dr. Dewi Ema Anindia

KlikDokter.com - Virus yang menyebabkan flu ada banyak sekali, oleh karena itu dikeluarkan suatu keputusan yang menyarankan agar vaksin flu dilakukan sekali setiap tahun untuk semua orang diatas usia 6 bulan. Namun di Amerika yang dikutip dari NYTimes, hanya minoritas orang yang mengikuti anjuran ini dan hanya 2/3 petugas kesehatan mendapat vaksin tahun lalu. Mengapa seperti itu?

Menurut CDC (Centers for Diseases Control and Prevention), virus flu dapat terbang hampir sepanjang 1,8 meter dalam tetesan  dari batuk, bersin, atau berbicara. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus sebelum mereka timbul gejala dan selama seminggu setelah sakit.

Walaupun orang-orang dengan risiko tinggi mendapatkan vaksin, namun tetap mereka terkena penyakit flu bahkan ada yang berkembang menjadi pneumonia atau suatu kondisi kronis. Namun bila semakin banyak orang yang diberi imunisasi, maka akan lebih sedikit orang yang sakit dan membuat orang sekitar menjadi sehat atau yang dikenal dengan “herd immunity” .

Dr. Thomas R. Talbot dan istri, Dr. H. Keipp Talbot, dari bagian infeksi Vanderbilt University School of Medicine, baru beberapa waktu ini menjawab pertanyaan mengenai vaksin influenza

  1. “Vaksin tidak berfungsi “ : Walaupun vaksin flu tidak seefektif vaksin-vaksin lain yang beredar (hanya 56% efektif dalam mencegah flu) bukan berarti tidak efektif. Sama sekali. Virus flu berganti dari tahun ke tahun, keputusan untuk menentukan varian mana yang akan dimasukkan ke dalam vaksin harus dibuat jauh sebelum musim flu datang. Dalam pembuatan, pasti banyak varian yang muncul atau hilang, seperti yang terjadi pada virus influenza B tahun ini. Efektivitas dari vaksin juga tergantung populasi. Tahun ini vaksin hanya sanggup melindungi 9% dari populasi geriatri. Dr. Talbot menyatakan bahwa, walaupun kelompok geriatric tetap sakit,namun sakit tidak separah bila tidak divaksin. Namun, tahun ini efektifitas vaksin dilaporkan sebanyak 62%.
  2. Vaksin menyebabkan Flu” : Tidak mungkin!, ada 2 tipe vaksin yaitu vaksin yang tidak teraktivasi (terbuat dari virus yang mati) dan dengan virus hidup dimana keduanya tidak dapat bereproduksi dalam manusia. Orang yang terkena flu sesaat setelah vaksin kemungkinan besar sudah terinfeksi flu sebelumnya.
  3. Saya hamil atau sakit kronis, atau tinggal dengan orang dengan sistem imun yang lemah” : Kelompok seperti ini merupakan kelompok yang sangat penting untuk mendapatkan vaksin, karena memiliki risiko komplikasi tertinggi.

Jadi, bila anda belum mandapatkan vaksin atau sudah terkena flu dan tidak mau mendapatkan vaksin, dianjurkan untuk segera vaksin. (EA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar