Sukses

Antidepresan Tidak Pengaruhi Pertumbuhan Janin

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti Northwestern Medicine menemukan bahwa obat antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang dikonsumsi oleh perempuan selama kehamilan tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi...

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia

KlikDokter.com - Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti Northwestern Medicine menemukan bahwa obat antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang dikonsumsi oleh perempuan selama kehamilan tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Selama ini terdapat kekhawatiran bahwa pengobatan andidepresan selama kehamilan dapat menghambat pertumbuhan anak pada satu tahun pertama. Penelitian-penelitian terdahulu mengindikasikan adanya hambatan pertumbuhan janin dari ibu hamil yang mengalami depresi.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu hamil yang mendapatkan terapi SSRI selama kehamilannya memiliki berat, panjang, dan lingkar kepala yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang tidak memiliki masalah depresi dan tidak mengkonsumsi obat antidepresan. Selain itu, pertumbuhan bayi dari ibu yang mengalami depresi namun tidak mendapatkan pengobatan juga tidak jauh berbeda dengan populasi umum. Penelitian ini dipublikasikan pada tanggal 20 Maret 2013 di The American Journal of Psychiatry.

“Sebagian besar perempuan ingin mengetahui efek penyakit depresi dan/atau pengobatannya terhadap kehamilan, tidak hanya terhadap janin dalam kandungan, namun juga efek jangka panjang tumbuh kembang bayi,” kata Dr. Katherine L. Wisner, peneliti dari Northwestern Medicine. “Informasi ini dapat membantu perempuan dalam mempertimbangkan risiko dan keuntungan melanjutkan pengobatan antidepresannya selama hamil.” Dr. Wisner juga merupakan direktur Asher Center for the Study and Treatment of Depressive Disorders di Northwestern Medicine.

Menurut Dr. Wisner, depresi memiliki dampak negatif pada kesehatan ibu hamil dan bayi. Perempuan yang menghentikan konsumsi SSRI sebelum waktu konsepsi memiliki angka relaps yang tinggi. Stres prenatal maternal dan depresi dihubungkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada anak tersebut. Depresi juga mempengaruhi nafsu makan, nutrisi dan perawatan prenatal ibu hamil, serta diasosiasikan dengan peningkatan konsumsi alkohol dan obat-obatan selama kehamilan.[](PNA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar