Sukses

Kenali Risiko Melakukan Operasi Vagina

Operasi vagina kerap dilakukan wanita tanpa mengetahui risiko dan bahayanya terlebih dahulu. Apa saja risiko operasi vagina? Yuk, ketahui di sini.

Semakin banyak wanita yang ingin menyempurnakan vaginanya. Oleh karena itu,  tren operasi miss V pun semakin meningkat. Alasan utama operasi vagina adalah ingin memiliki kepuasan seksual yang lebih baik. Beberapa wanita juga ingin organ intimnya terlihat lebih muda sesuai standar yang dianggapnya ideal.

Namun, menurut penelitian yang dipublikasi oleh British Journal of Obstetrics and Gynaecology, banyak wanita melakukan operasi vagina tanpa sepenuhnya paham risiko dari prosedur tersebut.

Mengetahui bahaya atau risiko operasi vagina yang mungkin muncul sangat penting sebelum memutuskan untuk melakukannya. Bukan untuk menakuti-nakuti, namun agar Anda paham kemungkinan komplikasi yang terjadi sehingga dapat membuat keputusan yang sesuai.

Memahami risiko tindakan juga dapat mengurangi kekecewaan yang mungkin terjadi jika muncul komplikasi yang tidak diharapkan. Perlu diingat, risiko ini sifatnya tidak pasti, namun sebaiknya tetap dijadikan bahan pertimbangan.

Artikel Lainnya: Muncul Kutil pada Vagina, Perlukah Dioperasi?

1 dari 3 halaman

Sekilas Tentang Operasi Vagina

Operasi vagina merupakan istilah luas untuk menggambarkan prosedur pembedahan yang dilakukan di area kewanitaan. Terdapat berbagai tipe operasi vagina yang mungkin dilakukan. Mari kenali beberapa jenisnya!

  • Labioplasty

Labia merupakan area bibir kemaluan yang terbagi menjadi dua, yaitu labia mayora dan labia minora.

Prosedur labioplasty merupakan tindakan bedah untuk mengurangi panjang bibir kemaluan. Tindakan ini merupakan operasi vagina yang paling sering diminati oleh wanita.

Terdapat pula prosedur lain yang dilakukan di bibir kemaluan, yakni dikenal dengan nama labia majora augmentation. Berbeda dengan labioplasty, prosedur ini menggunakan suntikan dari lemak Anda ataupun filler agar area bibir kemaluan tampak lebih penuh.

Artikel Lainnya: Ramuan Tradisional untuk Merawat Vagina, Amankah?

  • Hymenoplasty

Hymen merupakan selaput dara. Masih banyak norma sosial yang menganggap robekan selaput dara merupakan penanda seorang wanita masih perawan.

Namun secara medis, robekan hymen dapat terjadi tanpa aktivitas seksual. Di sisi lain, seorang perawan pun dapat berhubungan pertama kali tanpa mengalami robekan.

Hymenoplasty adalah suatu prosedur pembedahan yang bertujuan kembali membentuk selaput dara seperti kondisi saat perawan.

  • Vaginoplasty

Vagina merupakan bagian kemaluan wanita yang tidak dapat dilihat dari luar (kecuali lubang vagina yang tampak dari luar). Prosedur vaginoplasty merupakan prosedur untuk ‘mengencangkan’ jalan lahir wanita tersebut.

Artikel Lainnya: Dosa yang Mengancam Kesehatan Vagina!

  • Monsplasty

Mons pubis adalah bagian kemaluan wanita yang tampak dari depan dan biasanya ditumbuhi rambut kemaluan. Bagian ini terdiri dari jaringan lemak yang menutupi tulang pubis wanita.

Monsplasty adalah prosedur untuk mengubah bentuk mons pubis, umumnya dengan membuang kelebihan lemak atau kulit di area ini.

  • Clitoral Hood Reduction

Klitoris merupakan salah satu titik sensitif wanita. Sama seperti penis pria, klitoris dapat memiliki ‘tutup’ berupa lipatan kulit. Clitoral hood reduction adalah prosedur untuk mengurangi lipatan klitoris, sehingga diharapkan area klitoris yang sensitif lebih terekspos.

  • Energy-Based Vaginal Procedures

Prosedur ini sebenarnya bukanlah tindakan operasi vagina karena tidak berupa pembedahan. Energy-based vaginal procedures merupakan tindakan yang menggunakan laser radiofrekuensi. Pemberian energi dari alat tersebut dipercaya dapat mengencangkan miss V.

  • G-spot Amplification

Yang satu ini juga bukan juga operasi vagina. Cara kerja prosedur ini pada dasarnya mirip dengan labia majora augmentation, yaitu transfer jaringan lemak atau suntikan filler.

Tujuan yang ingin dicapai adalah memperbesar area G-spot sehingga menambah sensasi saat berhubungan.

Artikel Lainnya: Mau Pakai Masker Vagina? Ketahui Hal Ini untuk Cegah Infeksi

2 dari 3 halaman

Risiko dan Bahaya Operasi Vagina

Setiap prosedur medis tidak mungkin bebas dari kemungkinan risiko yang tidak diinginkan. Nah, apa saja kemungkinan bahaya operasi vagina?

1. Infeksi

Di berbagai tindakan operasi vagina, akan timbul luka akibat prosedur pembedahan. Jaringan di area kemaluan Anda yang terluka akan memudahkan kuman masuk sehingga dapat timbul resiko infeksi.

2. Jaringan Parut

Luka yang timbul dari prosedur operasi vagina memerlukan waktu untuk proses penyembuhan. Jika sembuh sempurna, maka bekas luka yang muncul mungkin akan minimal.

Namun, jika ada masalah dalam proses penyembuhan, dapat muncul jaringan parut atau scar berupa bekas luka yang terlihat atau menonjol.

Artikel Lainnya: Menjaga Kesehatan Vagina dengan Konsumsi 7 Makanan Ini

3. Dispareunia

Salah satu bahaya atau risiko operasi vagina adalah timbulnya dispareunia atau nyeri saat berhubungan intim. Risiko ini mungkin muncul akibat tindakan labioplasty, vaginoplasty, maupun energy-based vaginal procedures

4. Fistula

Fistula adalah saluran abnormal yang menghubungkan rongga tubuh yang seharusnya terpisah.

Misalnya dalam kasus operasi vagina, dapat muncul fistula yang menghubungkan vagina dengan saluran BAB (rektum) ataupun vagina dengan saluran kencing.

5. Luka Bakar

Prosedur vagina yang menggunakan energi, salah satunya seperti laser, dapat menimbulkan risiko berupa luka bakar. Hal ini dapat muncul jika pemakaian energi kurang sesuai, misalnya saja terlalu panas.

6. Kerusakan Saraf

Berbagai prosedur pembedahan dapat menimbulkan risiko munculnya kerusakan saraf. Kerusakan ini dapat menyebabkan hilangnya sensasi di area kewanitaan Anda. Di sisi lain, mungkin muncul keluhan sensasi yang berlebihan (hipersensitif).

7. Dehisensi Luka

Operasi vagina yang disertai tindakan jahitan menimbulkan risiko terbukanya kembali jahitan tersebut atau dehisensi luka. Jika hal ini terjadi, kemungkinan diperlukan operasi ulangan.

Itu dia penjelasan mengenai beberapa tipe operasi vagina juga resiko operasi vagina yang mungkin muncul. Perlu anda ketahui juga bahwa selain alasan kosmetik, sedikit bukti ilmiah yang mendukung manfaat dari operasi vagina seperti meningkatkan kenikmatan seksual. Jadi, masihkah anda mempertimbangkannya?

Apabila masih memiliki pertanyaan lain mengenai perawatan atau pembedahan bagian vagina lainnya, gunakan layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar