Sukses

Waspada Suntikan Kolagen Liar

Dewasa ini tidak sedikit salon kecantikan yang menawarkan jasa penyuntikan kolagen kepada para konsumennya. Masyarakat semakin dimudahkan dalam...

Klikdokter.com - Dewasa ini tidak sedikit salon kecantikan yang menawarkan jasa penyuntikan kolagen kepada para konsumennya. Masyarakat semakin dimudahkan dalam merevisi tampilan tubuh secara instan demi memuaskan usaha tampil cantik secara estetika.

Namun tak pelak lagi, fenomena tersebut menambah marak juga salon kecantikan yang memberikan jasa penyuntikan kolagen tanpa ada standar keamanan medis dalam penatalaksanaannya demi mengejar keuntungan semata yang notabene, justru membahayakan nyawa para konsumen.

Mungkin masih teringat beberapa tahun lalu mengemukanya kasus kematian Hilda Pasman, betapa kejamnya para penyedia jasa “cantik ekspres liar” merebut hak jaminan keamanan dan keselamatan jiwa para konsumen.

Faktor lain yang membuat praktek suntik kolagen liar menjamur di berbagai pelosok kota besar di Indonesia adalah salah satunya faktor ekonomis. Pun, di tempat penyedia jasa suntik kolagen liar memberikan biaya yang jauh lebih murah ketimbang jasa suntik kolagen resmi.

Semakin didukung pula, bahan material yang mendukung proses penyuntikan semakin mudah didapatkan secara liar pula di toko-toko yang menyediakannya. Jika dahulu diperlukan standarisasi yang rumit untuk mendapatkan bahan-bahan pendukung penyuntikan kolagen, maka kini cukup birokrasi uang yang berbicara.

Telusuri lebih dalam khazanah seputar proses penyuntikan kolagen pada tubuh manusia dalam penjabaran paragraph berikut ini.

Definisi Kolagen

Kolagen adalah protein alami yang ditemukan di tulang, tulang rawan, kulit dan tendon. Di dalam tubuh manusia terdiri dari 27 jenis kolagen. Kolagen yang ditemukan di daerah kulit adalah kolagen yang digunakan untuk kekencangan dan elastisitas kulit.

Dengan berjalannya waktu,jumlah kolagen menurun sehingga elastisitas kulit juga menurun sehingga mulai terbentuk kerutan dan kantong (“sag“). Banyak orang melawan proses penuaan dengan melakukan penyuntikan Kolagen untuk mengganti jumlah kolagen alami yang menurun.  Sejak diketemukannya protein alami ini, banyak perawatan yang dilakukan akibat efek samping yang terjadi oleh peggunaan  kosmetik.

Proses penyuntikan kolagen sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan bagi orang masih berusia dibawah 35 tahun. Proses penyuntikan kolagen dapat dilakukan pada orang yang berada kisaran usia antara 35 hingga 60 tahun.

Kebanyakan untuk meminimalkan garis tawa yang dalam, membentuk bentuk bibir, sekitar mulut dan dahi dimana kerut sering terjadi. Pada pasien dengan usia tua juga dapat diuntungkan dengan penyuntikan kolagen ini yaitu dengan bertambahnya fleksibilitas kulit.

Memang, dibandingkan dengan biaya jasa operasi plastik, penyuntikan kolagen jauh lebih murah. Tahapan prosedur dalam penatalaksanaanya pun dilakukan dengan lebih singkat, sekitar 30 -60 menit. Dan yang paling menarik, pasien bisa langsung kembali ke rumah setelah penyuntikan tanpa melalui derita panjang pasca prosedur.

Ada 2 macam kolagen filler yang digunakan untuk prosedur kosmetik yaitu BOVIN dan HUMAN yang merupakan dasar dari filler. Sejak banyak orang yang alergi terhadap filler yang terbuat dari sapi, sehingga Dokter banyak menggunakan Filler jenis Bovin (dan ini yang sering digunakan).

Proses Penyuntikan Kolagen

Kenyataannya prosedur penyuntikan kolagen mudah. Pelaksanaan penyuntikan dilakukan di dalam ruang praktek Dokter sekitar 30-60 menit. Penyuntikan dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik dan biasanya bertujuan untuk mengurangi kerut dan garis wajah. Dalam beberapa hari, biasanya pasien akan melihat adanya perbaikan pada penampilan wajahnya, sedangkan pembengkakan dan kemerahan yang terjadi akibat penyuntikan tersebut pada wajah akan hilang.

Banyak orang yang tidak peduli terhadap penyuntikan kolagen. Pada dasarnya penyuntikan kolagen dapat membentuk bentuk bibir, mengurangi kerut disekitar garis tawa, dahi, tumit sekitar mata, scar (jaringan parut), dan dampak yang disebabkan pemakaian kosmetik.  

Kebanyakan, penyuntikan kolagen bertujuan untuk menambah volume bibir, menghaluskan garis wajah dan kerut. Penggunaan kosmetik yang berlebihan dapat membuat garis wajah dan kerut tampak dalam.  

Penyuntikan kolagen telah banyak digunakan pada dekade terakhir yang bertujun untuk menolong mempertahanankan penampilan tampak lebih  muda.  Suntikan kolagen aman dan bukan operasi plastik dan dapat untuk menghilangkan garis wajah dan jaringan parut (scar),  atau membuat bagian tubuh tertentu menjadi lebih baik.

Suntikan Kolagen sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah plastik, dan digunakan untuk :

  • Membuat kulit lebih halus
  • Mengurangi jumlah kerut dan garis wajah
  • Mempertegas garis bibir
  • Membentuk bentuk bibir
  • Mengisi lubang bekas acne
  • Secara menyeluruh membuat penampilan menjadi lebih muda dan segar.

Keuntungan penyuntikan kolagen tidak hanya terbatas penampilan fisik saja, tapi juga secara psikologi karena penampilan fisik yang lebih baik membuat orang menjadi lebih percaya diri dan meningkatkan citra diri.

Resiko & Kemungkinan Komplikasi Penyuntikan Kolagen

Penyuntikan kolagen meskipun itu bukan pembedahan, tapi resikonya sama dengan prosedur operasi bedah plastik.  Resiko yang bisa terjadi :

  • Infeksi bakteri
  • Reaksi obat-obatan anestesi seperti lidokain
  • Reaksi alergi terhadap kolagen yang akan disuntikan.  Orang yang allergi terhadap injeksi kolagen jenis Bovin sebaiknya tidak melakukan penyuntikan kolagen.
  • Kemerahan
  • Pembengkakan
  • Gatal
  • Abses
  • Pengelupasan
  • Jaringan parut

Kontra Indikasi penyuntikan kolagen pada :

  • Wanita hamil
  • Pasien yang menderita penyakit autoimun
  • Orang yang alergi kolagen

Salah satu resiko yang dapat terjadi pada penyuntikan kolagen adalah reaksi allergi.  Oleh karena itu, prosedur yang harus dilakukan sebelum penyuntikan kolagen adalah test allergi terhadap zat yang akan digunakan.

Walaupun banyak komplikasi yang dapat terjadi setelah penyuntikan, banyak juga keuntungan yang didapat dengan penyuntikan kolagen.  Salah satunya mengurangi kerut dan banyak kepuasan lain yang didapat setelah penyuntikan.  Untuk melakukan penyuntikan ada baiknya berkonsultasi lebih dulu ke dokter spesialis bedah plastik atau dokter spesialis kulit & kelamin yang memiliki kompetensi tersebut, untuk menentukan apakah hal tersebut baik untuk anda.[](Oleh : dr. Indiradewi H.)

    0 Komentar

    Belum ada komentar