Sukses

Durasi Tidur Seseorang Berdasarkan Gen

Dr. Mark Mahowald selaku Medical Director of The Minnesota Regional Sleep Disorders Center, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa durasi tidur...

Klikdokter.com - Dr. Mark Mahowald selaku Medical Director of The Minnesota Regional Sleep Disorders Center, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa durasi tidur seseorang sudah ditentukan secara genetika seperti dilansir dalam ABC News. Dia menekankan bahwa,”Masyarakat kita telah menyamaratakan rasa kantuk dengan keburukan karakter seperti kemalasan maupun depresi, namun sesungguhnya beberapa orang memang sudah selayaknya mengantuk di siang hari.”

Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dr. Karla Allebrandt dari The Ludgwig Maximilians University of Munich, Jerman terhadap lebih dari 4000 orang di 4 negara berbeda di Eropa yang menemukan kemampuan gen ABCC9 dalam mengurangi durasi tidur seseorang. Dimana gen ABCC9 mengontrol tubuh sehingga mampu hanya tidur sekitar 4 jam setiap hari seperti yang dialami oleh beberapa orang terkenal layaknya Napoleon Bonaparte, Margaret Thatcher, Leonardo da Vinci maupun orang-orang lainnya dimuka bumi ini.

Bahkan di tahun 2010 terdapat penelitian yang mengidentifikasikan perbedaan genetika yang mempengaruhi seseorang dapat lebih banyak tidur dibandingkan yang lainnya meskipun telah tidur cukup di malam hari. Begitupula pada tahun 2008 peneliti menemukan gen yang terkait dengan Narcolepsy, yaitu keadaan dimana seseorang lebih merasakan ngantuk bahkan tertidur beberapa kali diwaktu siang dan lebih segar bahkan terbangun beberapa kali saat tidur malam.

Dengan demikian sangatlah tepat apabila kita tidak langsung mengasumsikan seseorang dengan pola tidur ‘tidak normal’ sebagai sebuah akibat dari keburukan pribadi, insomnia, ataupun gangguan kesehatan dan mental lainnya. Karena kata ‘normal’ itu sendiri merupakan persepsi dari apa yang banyak terjadi di sekitar dengan batasan pengertian yang ambigu, sedangkan pola tidur maupun durasi tidur seseorang yang dipengaruhi gen lah yang sebenarnya menunjukkan seseorang itu tidur diwatu yang normal atau tidak.

Diharapkan semakin jelasnya peran gen dalam tubuh kita dalam mempengaruhi pola tidur dan durasi tidur kita, mampu memberikan pencerahan tersendiri bagi setiap orang dalam memilih waktu kerja yang sesuai agar tidak mengganggu keseharian.[](E)

    0 Komentar

    Belum ada komentar