Sukses

Botox untuk Pengobatan

Kini Botox tidak hanya digunakan untuk kosmetik saja. Selain untuk migrain kronis, kekakan otot dan kontraksi otot, kini FDA telah meresmikan penggunaan...

Klikdokter.com - Botax untuk pengobatan? tentu masih terasa asing bagi kita. Kini Botox tidak hanya digunakan untuk kosmetik saja. Selain untuk migrain kronis, kekakan otot dan kontraksi otot, kini FDA telah meresmikan penggunaan Botox untuk pengobatan kondisi kandung kemih bocor yang disebabkan multiple sclerosis serta cedera tulang belakang.

Dimana keadaan akibat multiple sclerosis maupun cedera tulang belakang acapkali memposisikan pasien dalam pengobatan (diuretik) yang membuat kondisi pasien mengalami kesulitan mengendalikan aktivitas berkemih.

Perawatan botox melibatkan suntikan obat ke dalam kandung kemih selama cystoscopy. Cystoscopy adalah prosedur medis yang memungkinkan dokter melihat bagian dalam kandung kemih. Kadang-kadang memerlukan anestesi umum. Perlakuan Botox untuk kandung kemih bocor berlangsung sembilan bulan. Dalam dua uji klinis yang terdaftar hampir 700 pasien, Botox menurunkan episode kebocoran urin per minggu.

Botox membantu inkontinensia uri dengan membuat membuat aktivitas kandung kemih tahap rendah dan stabil hingga memungkinkan untuk menampung urine dan mengembalikan interval berkemih kembali normal. Walau demikian, penerapan Botox dalam kasus tersebut kerap kali memiliki efek samping yang paling umum, yakni infeksi saluran kemih atau bahkan ketidakmampuan untuk buang air kecil.

Kepopuleran Botox terus meningkat melintasi disiplin ilmu medis. Jika dulu Botox terbatas diperkenalkan di dunia bedah kosmetik, kini Botox di Amerika sendiri telah digunakan untuk pengobatan hiperhidrosis (keringat berlebihan; ketiak), gangguan otot kelopak mata yang sering berkedut, maupun strabismus (keselarasan yang tidak tepat mata / juling).

    0 Komentar

    Belum ada komentar