Sukses

Ragam Terapi untuk Penderita Autis

Autisme bisa ditangani dengan melakukan terapi. Apa saja terapi yang bisa jadi pilihan? Yuk, ketahui terapi untuk penyembuhan autisme di sini.

Autisme adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang menghambat keterampilan sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang.

Kondisi tersebut banyak terjadi sejak lahir yang berpengaruh pada tumbuh kembang secara keseluruhan.

Gangguan ini bisa ditandai dengan anak mengalami keterlambatan bicara, tak terlalu tertarik terhadap orang lain, atau bertingkah laku yang tak biasa. Pada umumnya, gejala tersebut sudah tampak sebelum berusia 3 tahun.

Nah, jalan terapi dapat menolong anak dengan autisme menguasai berbagai keterampilan dasar dan memperbaiki kualitas hidupnya. Jenis terapi autisme tersebut adalah:

1 dari 5 halaman

1. Terapi Fisik atau Fisioterapi

Salah satu tanda yang dapat ditemukan pada anak dengan autisme adalah gangguan motorik. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan terapi dalam bentuk terapi fisik atau fisioterapi.

Gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental disorders/PDD) pada anak yang mengalami autisme berkaitan dengan keterlambatan perkembangan otak yang mengatur kemampuan motorik seseorang.

Umumnya, penyandang autis tertunda tumbuh kembang kemampuan motoriknya. Bahkan, beberapa anak istimewa ini punya massa otot rendah.

Nah, terapi fisik dapat membantu anak autisme dengan melatih kekuatan otot, koordinasi, serta kemampuan dasar olahraga.

2. Terapi Bermain

Anak autis perlu pertolongan ketika akan bermain. Dengan terapi bermain, anak dapat melatih kemampuan bersosialisasi serta berkomunikasi.

Terapi autis jenis ini juga bisa dikombinasikan dengan terapi bicara, terapi okupasi, serta terapi fisik.

3. Terapi Visual

Banyak anak autis adalah pemikir visual. Itu sebabnya, metode pembelajaran berkomunikasi melalui gambar dapat dilakukan. Salah satunya dengan PECS (Picture Exchange Communication).

Dengan melatihnya, penyandang autisme dapat lebih mudah memahami sesuatu.

Selain itu, pembelajaran melalui video juga dapat dilakukan baik dengan video games, video modeling, atau sistem komunikasi elektronik lain.

Metode tersebut juga bisa menampung kelebihan anak autisme di bidang visual agar keterampilan dan komunikasinya jadi lebih baik.

Artikel Lainnya: Ini 5 Buah yang Aman dan Sehat Dikonsumsi Anak Autis, Coba, yuk!

2 dari 5 halaman

4. Terapi Wicara

Salah satu kemampuan motorik yang dapat dialami penyandang autisme adalah gangguan bicara sehingga sulit untuk berbahasa.

Dengan terapi wicara, mereka dapat terbantu agar bisa berkomunikasi dengan lebih baik.

5. Terapi Okupasi

Terapi ini berkaitan dengan pembentukan kemampuan hidup sehari-hari.

Kebanyakan anak autis mengalami perkembangan motorik lambat. Itulah sebabnya, terapi okupasi sangatlah penting.

Terapis okupasi juga bisa memberi latihan sensorik terintegrasi. Teknik terapi autis ini bisa membantu anak berkebutuhan khusus tersebut mengatasi hipersensitivitas terhadap suara, sentuhan, maupun cahaya.

6. Terapi Biomedis

Terapi biomedis termasuk juga penggunaan obat-obatan dalam penanganan autisme. Kebanyakan, perawatan biomedis dilakukan berdasarkan pendekatan DAN (Defeat Autism Now).

Dokter yang sudah menjalani pelatihan metode DAN akan menentukan diet khusus, perawatan alternatif, ataupun suplemen untuk penanganan penyandang autis.

Artikel Lainnya: Kiat Mendeteksi Tanda Autisme pada Anak Sejak Dini

3 dari 5 halaman

7. Terapi Tingkah Laku

Anak dengan autisme sering kali terlihat frustrasi. Mereka kerap kesulitan dalam menyampaikan kebutuhannya dengan baik.

Penyandang autis juga menderita akibat terlalu sensitif terhadap suara, cahaya, dan sentuhan. Akibatnya, mereka terkadang berlaku kasar atau mengganggu.

Seorang terapis tingkah laku dilatih untuk dapat mengetahui penyebab di balik perilaku negatif tersebut.

Terapis kemudian akan merekomendasikan perubahan terhadap lingkungan atau keseharian anak agar dapat memperbaiki tingkah lakunya.

8. Applied Behavior Analysis (ABA)

Terapi autis Applied Behavior Analysis (ABA) bertujuan untuk meningkatkan atau mengembangkan perilaku positif pada anak serta mengajarkan keahlian baru kepada anak.

Perlu kerja sama dengan orang tua dan pengasuh untuk menentukan keberhasilan terapi ini.

Terapi ABA perlu dilakukan secara rutin untuk dapat membantu perkembangan anak. Dibutuhkan durasi terapi sekitar 20-40 jam dalam seminggu.

9. Terapi Kemampuan Sosial

Anak dengan autisme akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Mereka membutuhkan bantuan untuk mengasah kemampuan untuk mempertahankan percakapan, berhubungan dengan orang baru, dan mengenal tempat bermain.

Seorang terapis kemampuan sosial dapat membantu untuk menciptakan atau fasilitasi terjadinya interaksi sosial.

Artikel Lainnya: 5 Cara Ajari Anak dengan Autisme agar Mudah Bergaul

4 dari 5 halaman

10. Terapi Perkembangan

Meskipun perkembangan anak dengan autisme bisa mengalami keterlambatan, namun hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk "memaklumi" keterlambatan tersebut.

Sebaiknya tetap diupayakan untuk melatih perkembangan anak dengan membangun minat, kekuatan, dan perkembangan anak.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan, sosial, dan emosional mereka.

Terapi ini sering kali bertolak belakang dengan terapi tingkah laku, yang biasanya paling baik dilakukan untuk mengajarkan keterampilan khusus pada anak.

Seperti, mengikat tali sepatu, cara memakai baju, ataupun cara menggosok gigi.

11. Terapi Sensori

Selain gangguan motorik, anak dengan autisme juga bisa mengalami gangguan sensori. Ada yang terlalu sensitif terhadap cahaya, suara, maupun sentuhan.

Di sisi lain, ada juga yang mengalami gangguan penurunan sensitivitas sensori.

Banyak upaya yang dapat dilakukan selama menjalani terapi sensori, seperti terapi vibrasi atau getaran, aerobik, dan lainnya.

Sangat penting untuk menegakkan diagnosis terlebih dahulu sebelum menentukan terapi autis yang tepat untuk anak.

Karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk deteksi dan terapi dini terkait autisme.

Masih punya pertanyaan seputar penanganan autisme dan cara menyembuhkan autis? Konsultasikan langsung pada dokter di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar